PKS NEWS UPDATE:
« »

Minggu, 28 April 2013

Anis Matta: PKS Tidak Berorientasi Kekuasaan Semata

dakwatuna.com – Di hadapan para pengurus dan fungsionaris PIP PKS seluruh dunia, presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menegaskan partainya tidak berorientasi pada kekuasaan semata, namun saat ini seluruh komponen PKS mempertegas program kerjanya, yakni menjalankan misi kemanusiaan global. “Kerja kita beyond politics menjalankan misi kemanusiaan, membangun peradaban global,” kata Anis Matta di Jakarta, Ahad (28/4). Pernyataan tersebut disampaikan Anis dalam konsolidasi pengurus dan kader Perwakilan PKS sedunia yang digelar di atas kapal di Selat Bosphorus, Turki selama dua jam. Konsolidasi jaringan internasional itu pertama kali dilaksanakan sejak PKS berdiri ini, terselenggara di dua benua yaitu Asia dan Eropa. Anis meminta semua elemen PKS tidak mengecilkan kemampuan diri sendiri. Menurut dia jumlah penganut Islam sekarang berada di papan atas dunia dan mengalami perkembangan pesat di seluruh pelosok negeri, termasuk di Amerika Serikat dan Eropa. Sementara itu menurut Anis Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. “Karenanya, jangan pernah memersepsikan diri kita kecil. Inilah salah satu kelemahan mendasar Indonesia. Qatar, misalnya, cuma berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa, tetapi mampu melakukan kerja-kerja besar dalam skala global,” ujarnya. Menurut Anis, sepatutnya Indonesia ke depan harus menjalankan fungsi sebagai big brother bagi seluruh bangsa di dunia. Dia menjelaskan Indonesia dengan potensi luar biasa seharusnya menjalankan peran berskala global. Anis mengatakan setidaknya terdapat tiga pekerjaan rumah global yang perlu dijalankan Indonesia secara umum dan PKS khususnya. Dia menjelaskan yaitu memperjuangkan demokrasi, perdamaian dan keadilan, serta mewujudkan kesejahteraan global. Dia mencontohkan penyelesaian masalah ketahanan energi dan pangan dunia. Hal ini menurut dia merupakan masalah dunia yang wajib diselesaikan masyarakat dunia secara bersama. “Ini pula persoalan yang menghimpit umat Islam global,” kata Anis. Menurut dia atas ruang lingkup persoalan dimaksud Anis akan mengusulkan pembentukan forum partai-partai Islam sedunia. “Mudah-mudahan, forum bersama dapat dikukuhkan dalam waktu dekat. Kita harus melawan penilaian bahwa partai-partai Islam tidak mampu memimpin dan bekerja untuk misi-misi skala nasional di negara masing-masing hingga internasional,” katanya. Dia mengatakan untuk keperluan dimaksud mantan Presiden PKS yang kini Ketua F-PKS DPR Hidayat Nur Wahid akan bergabung dengan rombongan yang sudah berada di Istanbul sejak 24 April 2013. Pertemuan DPP PKS dengan perwakilan luar negeri digelar Sabtu (27/4), juga dihadiri Dubes Indonesia untuk Turki, Nahari Agustini. Lebih 200 pengurus perwakilan dan kader menghadiri konsolidasi, seperti Sekretaris Jenderal Taufik Ridho, Ketua Bidang Luar Negeri PKS Taufiq serta beberapa pengurus inti DPP PKS yang juga anggota DPR antara lain Fahri Hamzah dan Mahfud Siddiq PKS yang dijadwalkan bertemu dengan Pengurus Pusat AK Party (Adalet ve Kalkinkma Partisi) yang merupakan partai Islam berkuasa di Turki saat ini, pada Selasa (30/4).

Terlalu, Sungai Cikijing Ditutup PT Kahatex

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Sungai Cikijing yang melintasi PT Kahatex di Rancaekek ditutup beton dan aspal. Hal itu terkuak saat Gubernur Jawa Barat, Ahmad Herawan meninjau pabrik tekstil di Kabupaten Sumedang tersebut, Jumat (26/4). Dalam kunjungannya, Heryawan dan rombongan tidak menyangka aspal yang diinjaknya di dalam parik tersebut di bawahnya merupakan alirangan sungai. Sungai tersebut disisakan jembatan dengan lempengan besi selebar dua meter dan panjang sekitar delapan meter guna mengontrol aliran sungai. Heryawan mengatakan, untuk menyelesaikan masalah banjir pihaknya akan melibatkan tim dari pusat, karena berkaitan dengan normalisasi anak Sungai Citarum ini. “Sungai yang melintas Kahatex ini akan dinormalisasi pada tahun depan,” katanya usai melakukan sidak. Dia mengatakan, biaya normalisasi dari hulu hingga hilir sebesar Rp10 triliun. “Anggarannya langsung dari pusat, tahun 2011 kemarin sudah dimulai,” ungkapnya. Direktur Utama PT Kahatex, Harzan Haruman enggan berkomentar terkait tinjauan Heryawan ke pabriknya. (JAT)

Senin, 22 April 2013

Sepuluh Pintu Syetan

Islamedia - Seorang sholihin berkata, “Aku memperhatikan dan memikirkan dari pintu mana syetan masuk ke dalam diri manusia. Ternyata ia masuk melalui sepuluh pintu : Pertama, Serakah dan buruk sangka. Maka aku melawannya dengan sifat qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) dan sikap percaya (yakin).Kedua, cinta kehidupan dan panjang cita-cita. Maka aku melawannya dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba.Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka aku melawannya dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.Keempat, ujub (bangga diri). Maka aku melawannya dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.Kelima, Meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka aku melawannya dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka. Keenam, dengki. Maka aku melawannya dengan qona’ah dan puas dengan apa yang Allah bagikan kepada makhluk-Nya.Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka aku melawannya dengan ikhlas.Kedelapan, kikir. Maka aku melawannya dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.Kesembilan, sombong. Maka aku melawannya dengan sifat tawadlu (rendah hati).Kesepuluh, tamak. Maka aku melawannya dengan tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan apa yang ada pada manusia). Disadur dari buku Komitmen Muslim kepada Harokah, Fathi Yakan.

Indonesia Sepenggal Firdaus

Setiap manusia mendambakan ketentraman dalam hidupnya. Hidup berkecukupan tidak ubahnya seperti di surga. Segala apa yang diminta langsung terkabul. Segala keinginan yang terbesit dalam benak langsung ada. Berada di surga adalah masa yang selalu dinanti – nanti. Moment yang lebih dahsyat dari sekedar malam pengantin. Alamiah ketika firdaus menjadi incaran para mujahid perindu surga. Karena disanalah puncak kebahagiaan dapat dirasa. Merubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus, sungguh cita- cita yang luar biasa. Orasi yang disampaikan Ustadz Anis Matta dalam rangka Milad PKS yang ke -15, membuka cakrawala berfikir bahwa cinta dapat mengubah segalanya. Bahwa perjuangan untuk Indonesia tidak dipandang sebatas untuk kebahagiaan dunia bagi umat, melainkan hingga kehidupan berkekalan di surga. PKS berusaha menyatukan antara dua sisi, dunia dan akhirat. Ia tampil lain dari yang lain. Setiap kadernya menjadi motor penggerak keislaman masyarakat untuk kebahagiaan akhirat. Di sisi yang lain, mereka juga berupaya menjadi pencerah dalam setiap sendi kehidupan. Begitulah saat fitrah dipadukan dengan demokrasi. PKS mereduksi logika sempit masyarakat yang menganggap bahwa agama sebatas shalat, puasa, zakat dan haji. Sebagaimana ahli surga betah hidup di surga, maka membuat masyarakat Indonesia betah hidup di Indonesia merupakan bagian dari impian PKS. Agar tidak ada lagi orang yang bunuh diri karena frustasi, anak-anak terlantar, pengemis, pengangguran dan berbagai bentuk kemiskinan masyarakat. Sejak tahun 1945 hingga kini, kemerdekaan masih dirasai oleh segelintir orang. Banyaknya pergerakan di Indonesia, masih didominasi dengan solusi yang tambal sulam. Ibarat sebuah pohon yang daunnya habis dimakan ulat dan batangnya keropos, tidak berbuah dan tanah yang tandus, maka dalam kondisi ini tidak bijaksana jika petani menyemprot untuk menghijaukan daun, karena daun akan tetap kering, tatkala batang masih kesakitan tanpa air. Cara terbaik adalah dengan mencabut pohon hingga ke akar- akarnya dan menanam pohon harapan yang baru. Demikian yang dilakukan PKS dalam ranah sumber daya manusia, yaitu mengganti ideologi yang sakit dengan ideologi keislaman yang syumul, sehingga dengan dasar keislaman itu para kader bergerak. Jika diibaratkan Indonesia adalah firdaus, maka mayarakat Indonesia adalah penghuni surga. Oleh karena itu, harus ada korelasi yang positif antara sifat penghuni surga dengan masyarakat Indonesia. Penghuni surga adalah mereka yang memiliki sifat kelangitan. Mereka hidup di dunia maka mereka pun bekerja, dan mereka tidak mengabaikan kehidupan akhirat. Mereka sangat efektif dalam waktu, mengistimewakan siapapun saat berinteraksi, tidak menunda dalam kebaikan, sangat mudah mengapresiasi kebaikan orang lain, bersemangat untuk beramal sholeh dan masih banyak lagi keutamaan sifat penghuni surga. PKS mengemban misi kemanusiaan, bukan sekedar untuk kekuasaan. Oleh karena itu, PKS tidak hanya berfikir untuk membesarkan partai, melainkan mengedepankan misi kemanusiaan. PKS bukan sekedar politik, karena disana juga berbicara tentang kesehatan, pendidikan, sosial dan seni. Seluruh kader menjadi lokomotif perubahan, merekonstruksi ideologi masyarakat. Partai hanya sebagai sarana menuju kejayaan Islam, bukan tujuan. Dan bagian dari tugas manusia sebagai khalifah yaitu memimpin dunia dengan mengangkat bendera Islam. Merubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus merupakan visi kebangkitan Islam. Tahun 2013 merupakan ruh baru bagi PKS untuk bermetamorfose bermain lebih cantik dalam blantika politik Indonesia. Sejak 15 tahun yang lalu, PKS ikut mengawal jalannya transisi demokrasi. Usia belia PKS telah memberikan pengalaman yang cukup dalam dunia politik untuk dapat menembus 3 besar dalam pemilu 2014 mendatang. Optimisme kebenaran yang diusung PKS, telah menghipnotis para kader untuk bekerja atas nama cinta. Agar harmonisasi bagi Indonesia tercapai. Kelahiran PKS merupakan hari revolusi bangsa Indonesia, karena kerja-kerja yang dilakukan PKS bukan untuk popularitas jabatan, melainkan misi kemanuisaan. Jika tolak ukur kinerja PKS sebatas kekuasaan dan materi, maka tidak ada lagi kader yang mengaji membentuk lingkaran. Tidak ada lagi bakti sosial (baksos), donor darah, ambulance gratis, maupun bakti sosial yang dilakukan kader-kader PKS. Merubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus tidak cukup dilakukan dengan 1 dekade kepemimpinan, tidak bisa dilakukan sendirian. Menyulap Indonesia menjadi sepenggal firdaus hanya dapat direalisasikan dengan memadukan dua kekuatan. Kekuatan kerja-kerja dakwah para kader yang membumi, sembari berusaha memperoleh kekuatan yang melangit dengan menjalin hubungan baik dengan Allah penguasa alam. Perlu kerja sama disana, kesabaran, intelektualitas, saling membangun dan seterusnya. Amerika sebagai negara super power, kini peradabannya mulai meredup karena visi yang dicari sebatas duniawi dan mengabaikan ukhrawi. Selalu ada celah kemunduran dalam setiap peradaban yang mengabaikan misi kemanusiaan. Perjuangan PKS dalam merestrukturasi dan merevitalisasi internal negara diawali dengan perbaikan setiap individu Kekuatan PKS bukan berada pada Anis Matta, tetapi ada dalam setiap diri individu kader se-Indonesia. Karena kekuatan terbangun dari unsur yang membentuk kekuatan itu. Menjadikan Indonesia sepenggal firdaus bukan perkara mudah, butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Kemudahan dakwah yang dirasakan hari ini adalah hasil dari kerja-kerja dakwah puluhan tahun silam, yang bisa jadi para pendiri dakwah PKS di Indonesia sebagian sudah tiada. Kerja- kerja dakwah kader PKS hari ini baru akan terlihat hasilnya setelah puluhan tahun mendatang. Kalau generasi awalun putus asa dalam dalam problematika berdakwah, tentu PKS tidak dipandang di Indonesia. Artinya, butuh ketulusan dalam berjuang, firdaus bagi Indonesia hanya secuil dari firdaus yang sesungguhnya. Cukuplah Allah sebagai tujuan dalam beramal. Karena kemenangan dakwah dengan menjadikan Indonesia menjadi sepenggal firdaus bisa jadi baru dapat dirasakan oleh anak cucu keturunan kader hari ini. Namun yakinlah, tatkala telah sampai batas ajal, Allah tidak akan menyia- nyiakan hamba Nya yang berjuang ikhlas hanya karena Allah semata.[] Medan, 23 April 2013 *penulis: @MinieBintis on twitter

Jumat, 19 April 2013

Soal Gasibu, Aher Tidak Mau Ada Yang Dirugikan

Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan memilih bertindak hati-hati dalam upaya revitalisasi Lapangan Gasibu. Politisi asal PKS ini pun berkeinginan seluruh pihak merasa senang, baik pedagang maupun masyarakat umum lainnya. Seperti diketahui, Pemprov berencana mengembalikan fungsi lapangan Gasibu sebagai ruang publik usai alih aset dengan Pemkot Bandung. Akan tetapi, rencana itu sedikit terhambat mengingat lapangan seluas 21.000 m2 itu kerap menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima (PKL) khususnya setiap hari Minggu pagi. "Kita ingin agar filosofi 'caina herang laukna beunang' (airnya jernih, ikannya dapat) bisa diwujudkan," ujar Heryawan kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu (17/4/2013). Dia menjelaskan, PKL merupakan salah satu sektor informal yang bermanfaat untuk menggerakan perekonomian. Namun demikian, keberadaannya jangan sampai mengganggu ketertiban masyarakat. Menurutnya, pengusiran secara paksa akan merugikan PKL. Akan tetapi, jika PKL dibiarkan liar maka akan merugikan masyarakat dan pengguna jalan. Soal respons masyarakat yang masih minim, Heryawan membantah hal tersebut. Pasalnya, aspirasi yang ditampung Pemprov sudah sangat luar biasa besar. Bahkan, politisi asal Sukabumi ini berkelakar jika sosialisasi 'Save Gasibu' akan menggunakan akun twitter miliknya. "Kalau pake akun saya bukan respons yang diperoleh, masyarakat malah nanya soal Gasibu," pungkasnya. (Dadi Haryadi) Sumber: Inilah Koran Online - Rabu, 17 April 2013

Kamis, 18 April 2013

Rapimnas PKS Tetapkan Program Kerja Berbasis Politik Cinta

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerapkan strategi politik berbasis cinta yang merupakan respons keprihatinan partai itu atas praktik politik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Itu dikatakan Presiden PKS Anis Matta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (18/4). Dia mengatakan kerja politik saling jegal melalui pembunuhan karakter, kampanye hitam, hingga politik uang bukan hal aneh di kalangan partai saat ini. Bahkan, menurut dia, terdapat kecenderungan elite yang menerapkan politik tiji tibeh (mati siji, mati kabeh) atau mati satu, mati semua. "Banyak anak bangsa potensial yang menjadi korban, karena mereka tidak dikehendaki tampil di arena kepemimpinan nasional. Ada pula kelompok atau partai menghadapi persoalan berat, tapi mereka mengupayakan agar partai-partai lain juga karam. Cara berpolitik seperti ini tentu sangat negatif dan berbahaya," ujarnya. Anis menegaskan partainya bertekad untuk keluar dari alur permainan politik kasar tersebut. Politik PKS, menurut dia, bertumpu pada nilai-nilai silaturahim untuk mewujudkan harmoni di tengah pluralisme pandangan, kelompok, golongan, partai, dan agama. Menurut Anis, Indonesia kini menghadapi masalah kekosongan ide atas persoalan kebangsaan sementara generasi baru Indonesia berharap agar bangsa ini meninggalkan pola-pola lama dalam berbangsa yang cenderung negatif. "PKS adalah representasi generasi baru Indonesia yang menjunjung hubungan kemanusiaan yang saling mengayomi, menganut fatsun politik yang beretika, dan senantiasa bekerja keras untuk mencapai Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera," ujarnya. Menurut dia, Raker DPP PKS yang dipimpin dirinya dan Sekjen PKS Taufik Ridho dalam perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (17/4) malam. DPP PKS merumuskan program kerja berbasis politik cinta sekaligus merumuskan tagline baru PKS: Cinta, Kerja, dan Harmoni. PKS mengadakan Rapimnas di Semarang, 18-20 April, juga menjadi puncak perayaan milad atau ulang tahun ke-15 PKS. Dalam perayaan HUT itu diisi juga dengan pagelaran seni-budaya nasional. Pada Kamis (18/4) malam, peserta rapimnas yang berjumlah 1.600 orang akan dihibur oleh kelompok seniman Ketoprak Humor. Jumat (19/4) sore, Presiden PKS Anis Matta akan menyampaikan orasi politik. Puncak acara direncanakan digelar di Lawang Sewu, Semarang. (Ant/metrotvnews)

Kamis, 23 Februari 2012

Tsiqoh Terus Taat Dalam Berjamaah

Islamedia - Melihat apa yang terjadi di masa kejayaan islam dan masa kini, kita bisa melihat bahwa ketsiqahan dan ketaatan kepada qiyadah merupakan hal yang mendasar dalam dakwah ini. Tanpa hal ini, dakwah bisa dikatakan tidak ada.Apa defines tsiqah, taat dan qiyadah itu?

Mari kita mulai dengan pembahasan tentang qiyadah itu apa. Qiyadah berasal dari kata qaada-yaqudu-qiyadatan artinya menuntun atau memimpin.Dalam literature istilah kepemimpinan meliputi: imam, khalifah, amir, walidanshultan, ketuakelas, ketua rohis, mas’ul, pemimpin hizb juga qiyadah kita .Apapun sebutannya maknanya adalah satu, yaitu yang memerintah dengan syari’at Allah dan sunnah Nabi-Nya. Jabatan tersebut adalah merupakan pengganti nabi Muhammad SAW dengan tugas melaksanakan dan menegakkan agama serta menjalankan kepemimpinan Islam. Pemimpin (qiyadah) dalam satu jamaah ibarat kepala bagi tubuh, lambing kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Kedudukan pemimpin tidak boleh jadi rebutan dan pelampiasan ambisi pribadi sebab kepemimpinan adalah tanggung jawab dan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT.

Tsiqah, Imam Hasan Al Banna menjelaskan bahwa makna tsiqah adalah ketenangan jundi terhadap qiyadahnya dalam hal kemampuannya dan keikhlasannya yang menjadikannya semakin cinta, menghargai, menghormati serta taat. Allah berfirman: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisaa’: 65).

Sementara taat, Imam Hasan Al Banna menjelaskan dalam Risalah Ta’lim menjelaskan bahwa ta’at yang dimaksud adalah bahwa anggota jama’ah(jundi) menaati perintah dan melaksanakannya.

Nah kalau kita udah tahu pengertian semua diatas, kita masuk ke bahasan selanjutnya yuk, yaitu tentang pentingnya dua hal diatas dalam jama’ah.

Kita mungkin sama-sama sudah tahu bahwa dua hal diatas adalah salah dua dari rukun bai’at. Yang namanya rukun, kalau ditinggalkan pastinya membuat sesuatu itu tidak sah atau tidak diterima. Begitu juga dengan tsiqah dan taat, kalau ditinggalkan berarti jama’ah itu tidak akan ada. Kalaupun ada, pasti jama’ah itu hanya nama saja, tidak ada kesamaan visi, misi dan obsesinya. Jama’ah bohongan namanya, yang didalamnya pasti dipenuhi oleh obsesi pribadi para anggotanya.

Tsiqah, baik jundi kepada qiyadah ataupun qiyadah kepada jundinya, sangat penting. Si qiyadah yang percaya bahwa jundinya mempunyai kemampuan yang cukup untuk melaksanakan semua seruan jama’ah dan percaya bahwa jundinya akan mendukung penuh perjuangan dakwah ini. Si jundi yang percaya dengan kemampuan qiyadahnya dan percaya bahwa apa yang diperintahkan, dinyatakan, dilakukan oleh qiyadahnya itu benar adanya, sesuai dengan syari’at islam dan pastinya itulah langkah terbaik yang ditempuh dan diambil.

Ketika ketsiqahan sudah tertanam dalam hati masing-masing, maka ini bisa menjadi sebab musabab munculnya keta’atan. Ketika si jundi sudah percaya kepada sang qiyadah, maka apapun yang diperintahkan akan dilaksanakannya dengan penuh keta’atan. Ini bukanlah tanda ada system kasta dalam islam, tapi keta’atan mereka itu hanya dipersembahan untuk Allah semata. Itu hanyalah salah satu jalan menuju kehormatan sejati.

Banyak kisah dari pendahulu kita yang memberikan penguatan tentang memang sangat besar pengaruh tsiqah dan ta’at dalam jama’ah. Apabila keduanya itu ditunaikan, maka akan mendatangkan kemaslahatan yang besar. Sementara apabila keduanya itu diabaikan, maka bisa mendatangkan kamadhorotan yang besar pula. Langsung aja ke kisahnya gan..

Masih ingat kisah perang Uhud kan? Perang yang terjadi di lembah Uhud itu bisa dikatakan bahwa umat muslim kala itu kalah perang. Banyak sekali sahabat yang shahid di perang ini. Abu Dujanah, Mush’ab bin Umair, Abu Thalhah dan Ziyad bin Sakan, mereka meninggalkan dunia ini untuk menyambut kehidupan kekal di akherat. Tidak hanya para sahabat ssaja yang banyak gugur, pada perang ini Rasulullah juga terluka cukup parah. Sampai sempat diberitakan bahwa Rasulullah telah meninggal. Namun apasih penyebabnya yang membuat kakalahan umat muslim ini.

Tanpa melupakan banyak hikmah dari kakalahan di lembah Uhud ini, ada satu kejadian yang bisa dikatakan menjadi sebab kekalahan Umat muslim. Ya, sebenarnya umat muslim pada awalnya memenangkan peperangan ini. Strategi yang disusun oleh panglima besar Rasulullah berhasil memukul mundur 3000 tentara musuh dengan sangat cepat. Kemenanganpun serasa sudah di depan mata. Pasukan pemanah yang dari awal ditempatkan oleh Rasul diatas bukit yang terletak di belakang kaum muslimin itu melupakan pesan Rasulullah. “Berjagalah di tempat kalian ini dan lindungilah pasukan kita dari belakang. Bila kalian melihat pasukan kita berhasil memukul mundur dan menjarah musuh, janganlah sekali-kali kalian turut menjarah. Demikian pula andai kalian melihat pasukan kita banyak yang gugur, janganlah kalian bergerak membantu.”

Pasukan pemanah itu melanggar pesan itu, ketika pasukan muslim memukul mundur musuh, mereka malah turun ke lembah untuk membantu mengumpulkan ghanimah. Mereka tidak menghiraukan nasehat dari Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin mereka. Melihat pasukan pemanah yang turun, kaum musyrikin pun balik menyerang lagi dipimpin oleh Khalid bin Walid dan diikuti oleh Ikrimah. Akhirnya pasukan pemanah yang tersisa pun syahid dan kekalahan lumayan telak didapat musuh.

Lain halnya dengan perang Uhud yang mengisahkan tentang akibat besar yang di dapat karena ketidaktaatan kepada pemimpin, kisah dibawah ini akan menunjukan hal sebaliknya, kemenangan besar akibat ketaatan kepada pemimpin. Let’s see.

Kisah ini terjadi ketika peperangan antara Afghanistan dan Rusia. Ketika itu pemimpin Afghanistan memerintahkan kapada satu kompi pasukan untuk berjaga di pintu masuk perbatasan antara Afghanistan dan Rusia. Pemimpin itu memilih seorang panglima untuk memimpin pasukan. Pemimpin pun berpesan kepada pasukannya itu, “ Seranglah setiap tentara Rusia yang berusaha masuk ke wilayah Afghanistan, jangan satupun dari mereka menginjakkan kakinya di tanah ini. Tapi yang lebih penting adalah taatilah panglimamu.”

Pasukan itu pun pergi ke perbatasan itu. Lama mereka menunggu di perbatasan itu, pasukan Rusia tidak juga muncul. Sampai ada mobil Rusia yang melewati perbatasan itu. Mereka siap menyerang tapi belum juga mendapat kode dari panglimanya untuk menyerang. Mereka bertanya-tanya dalam hati mereka, mengapa panglimanya itu tidak mengisyaratkan untuk menyerang. Padahal mereka bisa membunuh tentara Rusia itu sesuai perintah Pemimpin Afghanistan. Mereka akhirnya tidak tidak menyerang sampai mobil itu tidak terlihat lagi karena mereka teringat amanah untuk menaati panglimanya itu.

Dan tidak lama setelah itu, mobil Rusia itu balik lagi. Mereka kini lebih siap untuk menyerang tentara rusia itu. Tap panglima mereka tetap tidak memerintahkan mereka untuk menyerang. Padahal ini kesempatan terakhir untuk menyerang sebelum tentara Rusia itu balik ke wilayahnya. Mereka tambah bingung lagi dengan sikap panglimanya. Tapi mereka yakin keputusan itu benar dan mereka ta’at untuk itu.

Akhirnya mereka melihat lebih banyak tentara Rusia melewati perbatasan itu. Barulah panglimanya itu memerintahkan untuk menyerang. Setelah terjadi peperangan sengit, akhirnya kemenangan milik pasukan Afghanistan. Setelah peperangan itu, barulah pasukan Afghanistan itu sadar bahwa keputusan panglimanya tepat. Ternyata satu mobilnya Rusia yang lewat itu hanya memastikan bahwa jalan itu aman, tidak ada tentara Afghanistan yang berjaga. Hingga pasukan Rusia yang lebih besar muncul. Itulah waktu yang tepat untuk menyerang. Inilah pertempuran yang mengawali kemenangan besar Afghanistan dari Rusia.

Akhirnya kita bisa menyimpulkan tentang pentingnya ketsiqahan dan keta’atan kepada qiyadah itu. Cukup sudah kisah diatas menyadarkan kita karena menurut penulis/penyusun ketsiqahan dan keta’atan para jundi kepada qiyadahnya saat ini semakin tergerus. Kita bisa lihat akibatnya, terlalu banyak masalah di internal kita yang membuat produktivitas dakwah semakin berkurang. Semakin banyak barisan sakit hati dalam dakwah ini, yang mungkin tanpa mereka sadari bahwa merekalah yang menghambat perjalanan dakwah ini menuju kemenangan. Ayo kita saling menyadarkan saudaranya. Ayo istighfar bareng. Tingkatkan lagi kepahaman kita.

ALLOHUAKBAR…

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Panyileukan