PKS NEWS UPDATE:
« »

Rabu, 30 November 2011

Kisah Anggota Dewan PKS, Naik Ojek Ke Gedung DPR

Islamedia - WAKTU baru menunjukkan pukul 05.30 WIB. Anggota DPR Aus Hidayat Nur meninggalkan rumahnya di Jalan Kelapa Dua Raya RTM Cimanggis, Depok dengan membonceng sepeda motor. Salah satu anaknya yang mengendarai kendaraan roda dua itu.

Tujuan mereka adalah Stasiun Universitas Indonesia (UI). Perjalanan tak sampai 30 menit. Tiba di stasiun, politisi PKS ini segera membeli tiket KRL Eksekutif tujuan Stasiun Tanah-abang seharga Rp 5.500.

Pukul 06.15 WIB kereta yang ditunggu-tunggu datang. Pria ini langsung naik gerbong yang lumayan sejuk dan membuat mata ingin terperam.

Perjalanan ke Stasiun Tanah-abang memakan waktu sekitar 45 menit. Sekitar pukul 7, Aus sudah di berada di depan stasiun dan memanggil ojek. "Hampir setiap hari saya naik KRL agar lebih cepat sampai kantor," kata Aus Hidayat Nur.

Aus kembali naik ke boncengan motor untuk sampai ke kantornya di gedung DPR. Ongkos ojek Rp 20 ribu. "Sebetulnya harga normalnya Rp 10 ribu. Ya lumayan lah bisa sekalian membantu orang," kata pria yang dipercaya duduk di Komisi II DPR ini.

Setelah sampai di gedung DPR, pria ini mengikuti rapat internal Fraksi PKS yang digelar mulai pukul 7 sampai 10 pagi. Setelan itu. Aus sibuk dengan kegiatan di Komisi II DPR yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Agraria dan Komisi Pemilihan Umum.

Aus mengatakan lebih sering ke DPR naik kereta. Tapi, bila kegiatan di parlemen sedang tak padat, ia datang menggunakan kendaraan pribadi, Proton Exora.

Mobil produksi Malaysia itu, menurut dia, dibeli secara kredit. Uang mukanya Rp 80 juta dengan tempo cicilan empat tahun. Setiap bulan. Aus membayar cicilan Rp 3,9 juta. Saat ini sudah masuk bulan kesepuluh. "Mobil itu lebih murah dari Toyota Innova," kata Aus.

Sebelum memiliki mobil sendiri. Aus beberapa datang ke DPR menggunakan Daihatsu Terrios. Menurut dia, mobil itu adalah kendaraan operasional DPP PKS. Ia bisa menggunakan kendaraan itu karena menjabat Ketua Pembinaan Wilayah Dakwah. Kini, mobil itu diguna-kan oleh istrinya. Susanti karena dia aktif menjadi pengurus di DPP PKS.

Pria yang dikaruniai enam orang anak ini mengatakan tak ingin bermewah-mewahan sebagai anggota DPR. Menurut dia, jabatan anggota legislatif itu tidak selamanya, hanya lima tahun.

Gaya hidup mewah, bagi Aus, akan membawa dampak buruk bila nanti sudah tak lagi menjadi anggota Dewan. "Bisa-bisa ter-kena post power syndrome," canda Aus.

Sebagai anggota Dewan, Aus memiliki kewajiban untuk melaporkan kekayaannya ke KPK. Ia menyebutkan kekayaannya berjumlah Rp 500 juta. Meliputi sebuah rumah dan sebuah mobil.

Aus mengatakan penghasilan sebagai anggota DPR lebih banyak disumbangkan ke partai. Setiap bulan hampir sepertiga gajinya diberikan kepada partai dan fraksi. Namun ia enggan mengungkapkan besarannya. "Wah nggak enak kalau disebutin angkanya. Yang penting lumayanlah," kata Aus.

Setiap bulan, anggota DPR memperoleh gaji Rp 64,8 juta. Jadi besarnya iuran yang dikeluarkan Aus untuk partai dan fraksi sekitar Rp 20 juta.

Aus tak mempersoalkan sepertiga gajinya harus diserahkan ke partai. Sebab, dia merasa tak perlu mengeluarkan uang banyak saat menjadi calon legislatif (caleg). Saat itu, dia justru banyak menerima sumbangan dari kader-kader di bawah.

"Karena sekarang sudah jadi anggota DPR, maka harus membantu kader yang ada di bawah. Jadi saling gantian bantulah," katanya.

Sebelum menjadi anggota Dewan, Aus menjalankan bisnis multi level marketing (MLM). Usaha dijalaninya sejak 2003. Penghasilannya sudah mencapai Rp 20 juta setiap bulan.

Namun sejak duduk di DPR penghasilannya turun. Sebab waktunya banyak tersita untuk kegiatan-kegiatan di Senayan. Akibatnya, dia tak bisa mengembangkan bisnisnya itu.

Kegiatan di Komisi II memang cukup padat. Tapi, Aus bersyukur ditempatkan di komisi ini karena tak banyak godaannya.

"Ada ungkapan bahwa Komisi II merupakan komisi air mata," ujar Aus bercanda.

Walaupun kegiatannya di Senayan sering sampai malam. Aus selalu menyempatkan untuk pulang ke rumah dan bertemu keluarga. Bila sudah tidak ada acara di DPR, Aus pulang setelah shalat Maghrib.

Dari DPR dia naik ojek menuju halte busway Ratu Plaza. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan bus Transjakarta menuju terminal Blok M. Dari sini, dia menumpang Metro Mini ke Pasar Minggu.

Dari terminal Pasar Minggu dilanjutkan naik ojek menuju rumahnya Cimanggis, Depok. "Paling telat sampai rumah jam setengah sembilan malam. Kalau malam kan lancar, jadi bisa cepat sampai rumah," katanya.

Ketika naik kendaraan umum. Aus menyembunyikan jas yang menjadi pakaian sehari-hari anggota DPR ke dalam tas. Ia hanya mengenakan kemeja lengan pendek, celana bahan dan sepatu kerja.

"Orang-orang yang naik Metro Mini bareng saya tidak ada yangtahu kalau saya anggota DPR. Apalagi saya tidak terkenal. Jadi saya tenang saja," ujar Aus sambil terkekeh-kekeh.

Pergi naik kereta dan pulang naik bus ini merupakan aktivitas

Aus selama DPR dalam masa sidang. Ketika masa reses, seperti anggota Dewan lainnya, Aus berkunjung ke daerah pemilihannya untuk bertemu konstituen. Aus menjadi anggota DPR daridaerah pemilihan Kalimantan Timur.

"Saya baru aktif lagi di DPR setelah reses," katanya. Rencananya, DPR kembali bersidang pada 9 Januari mendatang.

Selasa, 29 November 2011

Abu Bakar Ash-Shiddiq,Kawan Hijrah Sang Rasul


REPUBLIKA.CO.ID, Ketika peristiwa hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemani beliau. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah, menikah dengan Rasulullah beberapa saat setelah hijrah.

Nama awal Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Dalam lembaran sejarah disebutkan nama ayahnya adalah Abu Quhafah. Ini pun bukan nama sebenarnya. Utsman bin Amir demikian nama lain dari Abu Quhafah. Abu Bakar lahir pada 573 Masehi, lebih muda sekitar tiga tahun dari Nabi Muhammad.

Sebelum masuk Islam, ia dipanggil dengan sebutan Abdul Ka’bah. Ada cerita menarik tentang nama ini. Ummul Khair, ibunda Abu Bakar sebelumnya beberapa kali melahirkan anak laki-laki. Namun setiap kali melahirkan anak laki-laki, setiap kali pula mereka meninggal. Sampai kemudian ia bernazar akan memberikan anak laki-lakinya yang hidup untuk mengabdi pad Ka’bah. Dan lahirlah Abu Bakar.

Setelah Abu Bakar lahir dan besar ia diberi nama lain; Atiq. Nama ini diambil dari nama lain Ka’bah, Baitul Atiq yang berarti rumah purba. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya dengan sebutan Abdullah. Nama Abu Bakar sendiri konon berasal dari predikat pelopor dalam Islam. Bakar berarti dini atau awal.

Suatu ketika, Rasulullah SAW pernah mengabarkan tentang keutamaan sahabat sekaligus mertua beliau ini. “Tak seorang pun yang pernah kuajak masuk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan begitu ragu dan berhati-hati kecuali Abu Bakar. Ia tidak menunggu-nunggu atau ragu-ragu ketika kusampaikan hal ini,” sabda Rasulullah.

Hal ini pula yang menyebabkan ia dilantik dengan gelar Ash-Shiddiq di belakang namanya. Abu Bakar memang selalu membenarkan Rasulullah tanpa sedikit pun keraguan. Pada peristiwa Isra’ Mikraj, Abu Bakar adalah orang pertama yang percaya saat Rasulullah menyampaikan hal itu. Tanpa setitik pun ada kebimbangan di benaknya.

Abu Bakar memulai misi mulia dalam menyerukan agama Allah, sehingga berkat tangannya, Allah memberikan hidayah-Nya kepada generasi pertama Islam (As-Sabiqunal Awwalun), di mana dengan kesabaran dan kesungguhan mereka membangun Islam.

Ia mulai menyebarkan Islam kepada orang-orang di kaumnya yang ia percayai, orang yang berteman dan duduk bersamanya. Sehingga banyak sekali yang masuk Islam karenanya seperti Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf. Mereka ini berangkat menemui Rasulullah ditemani Abu Bakar. Lalu beliau menawarkan Islam kepada mereka, membacakan Al-Qur'an, menjelaskan kebenaran Islam, hingga mereka beriman.

Betapa mulianya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang telah mengislamkan lima dari sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Umar berkata, “Abu Bakar adalah junjungan kami dan telah memerdekakan junjungan kami, yakni Bilal.”

Ibnu Umar berkata, “Dahulu kami melakukan pemilihan kepada orang-orang pada zaman Nabi Saw masih hidup siapakah yang terbaik, maka kami memilih Abu Bakar dan kemudian Umar bin Khatab dan kemudian Utsman bin Affan.” (HR Bukhari)

Selamat Tahun Baru Islam, Berubah Yuu !!!

Tak terasa bulan ini kita sudah memasuki bulan Muharram dan pada hari ahad, 27 November 2011 bertepatan dengan 1 Muharram 1433 H adalah tahun baru Islam. Hadirnya bulan Muharram bagi umat Islam merupakan momentum penting sebagai awal tahun baru dalam kelender Islam. Sejak ditetapkannya oleh khalifah Umar bin Khattab.

Peristiwa-peristiwa besar yang patut direfleksikan kembali dalam bulan Muharram yang terekam secara tersurat dalam sejarah Islam yakni, Nabi Adam AS bertemu dengan Hawa pasca dieksekusi dari surga ke bumi. Peristiwa besar lainnya adalah, Nabi Nuh AS mendarat perahunya setelah dilanda banjir bah maha dahsyat, demikian juga nabi Ibrahim AS selamat dari kobaran api saat dibakar pasukan Namrudz. Pada masa yang sama juga, Nabi Musa AS terselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan menyeberangi laut merah. Kemudian paling monumental adalah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah.

Umat Islam pada periode awal di Mekkah mengalami penyiksaan dari kaum kafir atas prakarsa Abu Jahal dan Abu Lahab. Bagi Muhammad SAW dan sahabatnya, periode Mekkah pra hijrah merupakan ujian terberat dari langkah awal mendakwahkan Islam sebagai ajaran yang benar yang banyak ditantang kaum kafir jahiliyah. Atas petunjuk Allah SWT, akhirnya Muhammad SAW hijrah meninggalkan kampung kelahiran, harta dan keluarganya yang dicintainya dengan berjalan kaki tidak kurang dari 500 Km menuju Madinah.

Dalam hal ini, peristiwa hijrah nabi sejatinya dimaknai sebagai bagian terpenting dalam sejarah Islam, yakni tonggak awal kebangkitan Islam. Di Madinah secara bersama-sama dengan sahabatnya, nabi mulai membangun peradaban Islam yang selama ini banyak diadopsi sebagai masyarakat madani. Yakni, sebuah tatanan kehidupan masyarakat dibangun dan diwujudkan sesuai internalisasi ajaran Islam yang diprakarsai nabi.

PELAJARAN DARI PERISTIWA HIJRAH
Diantaranya ada 4 pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa hijrah;
1. Perencanaan yang matang
Adanya perintah Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah; Rasulullah SAW mengatur strategi perjalanan hijrah, diantaranya; mengutus jauh sebelumnya Mush’aib bin Umair sebagai duta untuk menyebarkan Islam ke Madinah. Menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Nabi, guna mengecohkan orang-orang kafir yang ingin membunuhnya dan Rasulullah SAW menggunakan jalur perjalanan menuju Madinah yang tidak biasa dilewati oleh orang-orang dengan singgah di gua Tsur

2. Pengorbanan
Dengan perasaan berat Nabi dan para sahabatnya harus ikhlas meninggalkan kampung halaman, keluarga dan hartanya. Abu Bakar mendampingi Nabi dalam persembunyiannya di gua tsur. Ali bin Abi Thalib dan Asma binti Abu Bakar hampir tewas menanggung derita penyiksaan yang dilakukan orang kafir karena merahasiakan tempat persembunyian Nabi dan Abu Bakar di gua Tsur.

3. Niat yang mantap
Hijrah merupakan perjalanan yang jauh, mencekam dan sulit. Oleh karena itu hijrah harus dilaksanakan dengan niat yang ikhlas agar bisa bersungguh-sungguh, tanpa kesungguhan tidaklah mungkin hijrah itu bisa terlaksana. ““Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (HR. Bikhari dan Muslim)

4. Persaudaraan yang indah (Ukhuwah)
Setelah Nabi dan sahabatnya sampai di Madinah, sambutan luar biasa ternyata diperlihatkan oleh orang-orang Madinah, bukti kecintaan kepada Nabi, hampir semua orang Madinah berebutan menginginkan agar Rasul tinggal di rumahnya. Para sahabat yang lain juga diterima dengan senang hati untuk menetap di rumah kaum muslimin Madinah, bahkan ada diantara orang-orang Anshar itu yang membagi hartanya menjadi dua untuk diberikan kepada orang Muhajirin.

Persaudaraan yang indah itu diperkokoh lagi oleh Rasulullah SAW dengan dibangunnya sebuah masjid yang diberi nama masjid Nabawi, difungsikan sebagai pusat pembinaan umat dan persaudaraan kaum muslimin. Ini isyarat dari Rasulullah SAW bahwa perjuangan berat dalam menyampaikan Islam tanpa di topang dengan ukhuwah dikalangan kaum muslimin, potensi yang besar itu akan tercerai berai dan mudah dipermainkan oleh orang-orang kafir.

MAKNA HIJRAH
Secara bahasa hijrah berarti berpindah tempat, makna lebih luas lagi bisa kita maknai perpindahan dari kondisi yang tidak baik, negatif dan menurun, menuju kondisi yang baik, positif dan meningkat. Mari kita sama-sama introspeksi diri di momentum tahun baru Islam ini, jika tahun kemarin masih banyak perilaku-perilaku kita yang dirasa masih jauh dengan keindahan pribadi, penurunan keimanan dan banyak cita-cita yang belum dicapai, ada baiknya kita manfaatkan di tahun baru Islam ini sebagai momentum perbaikan diri menjadi pribadi yang indah, peningkatan keimanan dan bersegera untuk menjemput cita-cita dengan perencanaan yang matang, pengorbanan, kesungguhan yang mantap dan tetap bekerja sama untuk menjalin ikatan hati persaudaraan (ukhuwah) sebagai refleksi pelajaran dari peristiwa hijrah. Selamat tahun baru Islam, Berubah Yuk…Seperti mengutip penyataan Ippho “Right” Santosa.
Ngomong-ngomong soal hijrah, Anda tahu kan apa pesan tersiratnya ? Yah, apalagi kalau bukan semangat perubahan. Saya harap Anda setuju dengan saya.

*) oleh : Dedi Hermawan, KABID KADERISASI DPC PANYILEUKAN
Dari berbagai sumber

Cermin Pribadi Pemuda Muslim

dakwatuna.com

- Teringat cerita seorang pemuda yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai prajurit dalam sebuah peperangan yang dipimpin Rasulullah SAW. Ia datang membawa pedang yang panjang pedangnya itu melebihi tinggi badannya. lalu dengan tegas Rasulullah menolak niatannya karena ia belum memiliki seni berperang. Lalu Pemuda itu pulang dan berdiskusi dengan ibunya, lalu Ia terus belajar dan mencari kelebihan yang ia miliki sehingga ia pun menemukan bahwa ia pandai menulis dan berbahasa. Di kemudian harinya Rasulullah mengangkat beliau sebagai sekretaris pribadi. Dan pemuda itu adalah Zaid bin sabit.
Lain hal nya dengan Arqam bin abi arqom. Beliau dengan tulus merelakan rumah tinggalnya digunakan sebagai tempat halaqah pertama Rasulullah beserta para sahabat. Ia dengan ikhlas membuka selebar-lebarnya pintu rumah nya agar aktivitas dakwah itu berlangsung. Padahal jika kaum kafir Quraisy tau akan perkara ini, maka sudah lah pasti rumah tersebut akan di bumi hanguskan. Tetapi pemuda satu ini memiliki keyakinan yang kuat akan dakwah Islam sehingga ancaman tersebut bukan menjadi penghalang baginya.
Ada juga pasangan sahabat yang masih muda, yang sangat ingin membunuh Abu Jahal karena mereka mendengar bahwa Abu Jahal sangat sering mengintimidasi Rasulullah. Dengan niat membela manusia yang mereka cintai, maka pada perang Badar tercapailah apa yang telah mereka cita-citakan dan abu Jahal pun mati di tangan kedua pemuda ini. Kedua pemuda ini adalah Muadz bin afra dan Muadz bin Amru.
Dan pemuda satu ini, dengan istiqamah walau disiksa, dicambuk, dijemur di bawah matahari yang terik, dihimpit batu besar, tidak melunturkan aqidahnya dan senantiasa mengucapkan “Ahad”, Allah Yang Satu. Pemuda ini sangat dikenal di masyarakat karena namanya sangat sering disebut, terutama di masjid-masjid. Ia adalah Bilal bin rabbah.
Mereka kesemuanya adalah pemuda dan mereka pernah eksis di muka bumi ini. Mereka memiliki karakter yang jika kita cerminkan ke para pemuda saat ini, maka sangat sulit ditemukan karakter pemuda yang sama seperti mereka. Krisis karakter yang dialami pemuda saat ini, seharusnya sedikit demi sedikit harus kita atasi. Kita mulai mencoba untuk membangun kembali karakter para pemuda, terutama pemuda muslim saat ini. Karakter menjadi sangat urgen karena nasib dari bangsa dan peradaban ini ke depannya berada di tangan para pemuda. Karakter–karakter yang perlu di miliki pemuda muslim itu bisa kita sarikan dari Rasulullah SAW, para sahabat, ataupun para pemuda pejuang lainnya. Lalu apa saja karakter yang sangat esensial dibutuhkan oleh pemuda muslim saat ini?
“Iqra’”, kalimat pertama yang disampaikan Jibril kepada Rasulullah SAW. hal ini jika kita salami maknanya mengisyaratkan kepada kita akan pentingnya belajar atau menimba ilmu. Ibnu katsir di dalam tafsirnya mengatakan bahwa Allah sangat baik kepada manusia karena Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia itu. sehingga dengan ilmu ini lah Allah memuliakan manusia di bandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya. Dan hal ini juga yang mengharuskan bahwa seseorang itu wajib menuntut ilmu. Oleh karena itu, karakter yang perlu dibangun oleh pemuda muslim salah satunya adalah jiwa-jiwa yang senantiasa menimba ilmu.
Selanjutnya yang perlu dipupuk oleh Pemuda Muslim adalah idealisme yang Islami. Secara terminologi Idealisme adalah aliran yang menjunjung tinggi ide. Secara definisi idealisme adalah aliran yang mengutamakan ide-ide sebagai landasan kehidupan seseorang. kita mengetahui bahwa idealisme itu memiliki cirri khas, yaitu ide. ketika Ide itu berasal dari manusia, maka sudah jelas ide tersebut memiliki batasan karena kapasitas manusia dalam menggagas ide itu sangat terbatas juga. Maka umat Islam sebenarnya memiliki keunggulan, yaitu karena Umat Islam punya sumber ide yang tidak memiliki batas yang kita semua umat Islam meyakini hal tersebut. Sumber ide tersebut adalah Al Qur’an dan hadits. Ketika idealisme itu bersumber pada sumber yang tidak memiliki batas, maka dapat dipastikan kesempurnaan dari idealisme itu. Dan penulis membahasakan idealisme ini sebagai idealisme yang islami. Dan Pemuda Muslim saat ini wajib Berpegang Teguh terhadap idealisme yang islami itu.
Karakter Pemuda Muslim masih kurang jika hanya berpedoman pada dua karakter sebelumnya apalagi karakter untuk pemuda muslim yang menginginkan perubahan. Karakter selanjutnya yang diperlukan oleh Pribadi Muslim adalah Memiliki visi atau tujuan hidup yang jauh ke depan. Visi ini lah yang nantinya akan menjadi sebuah peristiwa baru yang akan dicantumkan ke dalam buku sejarah peradaban dunia.
Dan jika kesemua karakter itu sudah dimiliki pemuda muslim, maka kesemuanya itu harus dibalut dengan ikatan yang bernama istiqamah. Agar kekuatan karakter itu kokoh dan kuat. Mampu bertahan ketika ada yang ingin menggoyangkannya atau mengubahnya. Karakter ini juga lah yang mampu membuat pemuda muslim itu mampu menjaga semangat pemuda, walau ia dicaci, dimaki, atau dijatuhkan sekalipun. Rasulullah pun pernah berpesan kepada salah satu sahabatnya tentang sifat ini. Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata, “wahai Rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, “katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah”.
Sehingga ketika Pemuda muslim saat ini memiliki karakter-karakter yang tersebut di atas, maka seperti itulah cerminan Pribadi Pemuda Muslim. Karakter-karakter tersebut tidak mutlak, tetapi hal tersebut merupakan karakter yang dominan yang seharusnya dimiliki Pemuda Muslim saat ini.

Senin, 28 November 2011

Jalan Sang Dai


Dakwatuna.com- Idealisme adalah bara yang memanaskan semangat hidup manusia. Dengan semangat itu hati yang lemah tergerak, pikiran yang tergenang menjadi seganas samudera, dan kaki yang berat mulai melangkah dan berlari mengejar mimpi tertingginya.
Inilah pelajaran idealisme. Inilah jalan yang pernah ditapaki manusia-manusia besar sepanjang sejarah. Mereka telah menelusuri setiap detail episode Sang Tokoh ideal. Mempelajari setiap senyum dan perhatiannya sehingga menjadi manusia paling sejuk raut mukanya dan tinggi moralnya. Mempelajari setiap pikirannya sehingga menjadi manusia paling bijak. Setiap momen keberaniannya membuat mereka menjadi petarung tak kenal ragu. Setiap sikap jujurnya menginspirasi mereka menjadi okonom teratas di zamannya. Setiap kebijakannya menumbuhkan mereka menjadi negarawan terlihai. Bahkan mereka belajar menjadi bapak yang teladan bagi anak-anaknya, tetangga yang peka, suami yang penyayang, pemuda yang terhormat, atau spesialis yang profesional.
Dan sekumpulan manusia-manusia beridealisme itu pernah melukis kanvas sejarah sejak 15 abad yang lalu sehingga warnanya terlihat jelas hari ini. Warna itu adalah umat. Saat dakwah membangun umat itu dimulai dengan kesendirian, bahkan terasing dan terusir, lalu singkat saja menjadi 110 ribu jumlahnya dan tidak lama kemudian umat berkembang hingga terbentang hingga kekuasaannya dari Cina hingga Spanyol. Dari Rusia hingga Indonesia dan sekarang jumlahnya hampir mencapai satu setengah milyar.
Benar, mereka telah mengikuti jejak langkah yang benar. Karena idealisme itu dipelajari dari manusia ideal. Seorang manusia yang tidak layak dibandingkan dengan manusia-manusia sekelas Newton atau Napoleon, atau sekadar Caesar dan Voltaire. Karena ia bahkan lebih agung dari Nabi Isa, Musa, Daud, Ibrahim dan seluruh nabi. Ia telah melintasi langit dengan jasad dan ruhnya, juga melihat surga dan neraka saat hidup dengan kedua matanya secara langsung, bukan dengan akal saja.
Seorang manusia yang masih lebih tinggi derajatnya dari malaikat, dari Jibril malaikat teragung sekalipun. Saat Jibril tidak mampu menembus Sidratul Muntaha, ia diizinkan. Dan tak seorang pun diizinkan masuk surga kelak sebelum ia masuk. Dan tidak ada kehormatan yang lebih tinggi dari pengakuan langsung pencipta alam semesta, ”Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur [al-Qalam:4]”.
Muhammad Rasulullah adalah guru mereka. Generasi awal sahabat Rasulullah tahu benar jalan membangun umat. Karena pada dasarnya umat adalah sekumpulan manusia yang hidup dengan pola tertentu, maka pola itulah yang mereka pelajari dari Rasulullah. Pola baru yang menggantikan pola hidup lama di zaman jahiliyah. Qur’an sebagai Idealisme yang turun dari langit adalah pola itu. Dan Islam yang mereka serap mendapatkan contoh aplikatifnya dalam kehidupan Rasulullah. Seperti kata Aisyah saat ditanya tentang hidup Rasul ‘‘akhlaqnya adalah Al-Qur’an’’. Oleh sebab itu mengertilah, mengapa Rasulullah mengatakan ‘‘generasi terbaik adalah di zamanku kemudian generasi berikutnya dan berikutnya’’.
Mereka telah membuktikan jalan menuju kejayaan umat itu. Dimulai dari 13 tahun ketahanan terhadap penganiayaan di Mekkah, lalu Hijrah meninggalkan tanah kelahiran. Kemudian puluhan peperangan bertubi-tubi, negosiasi, hingga kembali ke Mekkah sebagai umat baru yang berjaya, berbusung dada dan tegak kepala sedang hatinya tunduk khusyu bersyukur. Lalu manusia berbondong-bondong masuk ke agama ini.
Dan itu bukanlah akhir, karena setelahnya, manusia terbaik setelah para Nabi itu, Abu Bakar terus membawa umat mendaki lereng peradaban. Ia kokohkan basis persatuan umat. bahkan basis Islam dengan pengumpulan sumber agama ini dalam satu tempat yang mudah dibaca dan dipelajari generasi setelahnya, yaitu Al-Qur’an.
Mereka yang telah menapaki jalan itu telah menyelesaikan tugasnya dengan gilang gemilang. Sampai pada derajat yang dalam surat Al-Fath ayat 18, disebutkan “Allah meridhai mereka yang telah berbaiat di bawah pohon” . Namun tugas belum selesai. Karena beban dakwah untuk membawa umat ke puncak kembali masih panjang.
Jika mereka menemukan kunci menuju kejayaannya, maka kunci itu sebetulnya tidak pernah berubah. Karena sejarah akan selalu berulang. Semua sebab-sebab kemenangan merekalah yang akan menjadi modal untuk kemenangan-kemenangan umat hari ini saat umat memenuhi syarat-syaratnya. Begitupun beberapa keteledoran mereka akan menjadi kehancuran saat umat menirunya sekarang ini.
Oleh karena itu Rasulullah mengatakan “Tidak tuntas urusan umat ini kecuali dengan jalan para pendahulunya”. Dan inilah jalan ideal itu, jalan Sang Dai. Jalan Rasulullah membangun umat dari titik nol menuju puncak rahmat dan kebaikan bagi alam seluruhnya, bukan hanya manusia.

Minggu, 27 November 2011

Persiapan Baksos 1 Muharam 1433H


Ketua DPC Panyileukan, Ust.Encang Sukirman pkl 06.00 sedang memberikan arahan kepada para kader dalam mempersiapkan kegiatan memeriahkan 1 Muharam 1433 H di Pasar Induk Gede Bage berupa Bakti Sosial, Pos Kesehatan Gratis, Pembagian makanan dan minuman sehat kepada para pengunjung, Pembagian buletin dakwah dll.


Para kader bahu membahu mempersiapkan segalanya untuk menyambut tahun baru penuh harapan menuju Indonesia adil sejahtera, Allahu Akbar !!!

Antrian Pemeriksaan Kesehatan di PosKes PKS Panyileukan 1 Muharam 1433H


Antrian pengunjung Pasar Induk Gede Bage yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Pos Kesehatan Baksos PKS Panyileukan, 1 Muharam 1433H. Adapun pemeriksaan berupa cek tekanan darah, pemeriksaan berat badan, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat dan lainnya.


Juga ditempat yang sama dilakukan penyebaran buletin dakwah tentang pentingnya makna hijrah.


Sambutan yang hangat dari para pengunjung tentang aksi ini, masyarakat pun berharap kegiatan serupa untuk terus digelar oleh PKS (my)

Doorprize Bagi Pengunjung

Ust. Mochamad Sidik selaku sesepuh di DPC Panyileukan memberikan doorprize bagi pengunjung pertama. Acara yang diadakan mulai pukul 06.30 - 11.00 ini dipadati para pengunjung Pasar Induk Gede Bage yang ingin memeriksakan kesehatannya di Pos Kesehatan gratis ini, antusias warga sangat tinggi menyambut kegiatan ini dan warga pun berharap kegiatan ini rutin dilakukan. "Kegiatan yang bagus dan bermanfaat,sae pami diteraskeun kagiatan ieu teh" Ungkap salah satu pengunjung.

Kegiatan ini juga semakin bermakna dengan hadirnya tausiah tentang tahun baru oleh salah seorang tokoh dan juga diikuti beberapa kuis tentang pertanyaan - pertanyaan tentang isi tausiah tersebut kepada para pengunjung. (my)

Pembagian Makanan dan Minuman Sehat di Pasar Gede Bage


Selain melaksanakan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis, PKS Panyileukan juga membagikan ratusan paket aneka makanan dan minuman sehat berupa susu kepada para pengunjung dan penjual di area Pasar Induk Gede Bage, Ahad 27 November 2011.(my)

Kamis, 24 November 2011

Ujub Dikala Ada Prestasi

dakwatuna.com - Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq menasihati panglima Khalid bin Walid justru telah menang perang gilang gemilang di Irak, “Semoga Allah mengaruniakan kepadamu kelurusan niat dan kedudukan yang tinggi. Sempurnakanlah amalmu, maka Allah akan menyempurnakanmu. Janganlah kamu terkena penyakit ujub, karena hal itu akan membuatmu merugi dan terhina. Jauhilah olehmu sifat unjuk dan pamer atas suatu perbuatan, karena sesungguhnya hanya Allah-lah sang Pemberi anugerah dan kemuliaan, Dialah yang maha Pembalas…(Tarikh al-Tabri, dari buku Hambatan-hambatan dakwah, dikutip dari buku new Quantum Tarbiyah)

Subhanallah, Allah masih memberikan pelajaran-pelajaran yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa seperti Khalifah Abu Bakar dan Khalid bin Walid dalam riwayat di atas. Sungguh ini tidak berlaku pada Khalid bin Walid saja yang baru saja menang dalam pertempuran di Iraq tapi, untuk kita semua para generasi selanjutnya dalam estafet perjuangan dakwah Islam ini. Sebenarnya ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari riwayat ini. Dan ini menurut saya ya…, kalau mau ditambahin silakan saja.. saya ndak marah kok..

Pelajaran pertama: Abu Bakar sebagai Khalifah memerankan perannya sebagai the real khalifah.. menasihati bawahannya untuk berlaku zuhud dan tidak berlebihan dalam euphoria kemenangan yang sesungguhnya ini adalah kemenangan yang diberikan Allah. Dan ini adalah tindakan yang luar biasa..

Pelajaran kedua: Abu Bakar ‘mendoakan’ Khalid bin Walid agar senantiasa Allah mengaruniakan kelurusan niat dan kedudukan tinggi kepada Khalid bin Walid. Kelurusan niat dalam beramal dan berdakwah adalah syarat mutlak untuk diperbuat terlebih dahulu. Karena amal tanpa niat yang ikhlas hanyalah seperti mangkuk telungkup yang diisi air. Mangkuk itu tak akan pernah terisi air. dalam kata lain perbuatan yang sia-sia, tidak ada pahalanya…ketika kita sudah memiliki niat yang ikhlas dalam “Menolong” agama Allah, maka yang kemudian terjadi adalah kedudukan tinggi pun akan diberikan oleh Allah. Seperti yang Allah firmankan dalam QS. Muhammad: 7
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu.”

Pelajaran ketiga: kata-kata “Sempurnakanlah amalmu, maka Allah akan menyempurnakanmu. Janganlah kamu terkena penyakit ujub, karena hal itu akan membuatmu merugi dan terhina” yah.. dengan menyempurnakan amal maka Allah akan menyempurnakannya. Menyempurnakan amal dalam segala amal adalah sebuah keharusan. Karena sempurna itu indah dan Allah menyukai keindahan. Semisal ketika shalat, rukun-rukunnya dilakukan dengan sempurna, dari awal sampai akhir dan juga khusyu’ dalam shalat adalah penyempurna amal shalat. Begitu juga dengan amal-amal lain. Ketika semua amal itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh termasuk hal-hal yang mendukung kesempurnaan amal tersebut maka Allah akan menyempurnakannya.

Pelajaran keempat: “sesungguhnya hanya Allah-lah sang Pemberi anugerah dan kemuliaan” hanya Allah lah saja pemberi kemenangan. Jadi kalau mau menang dan mulia, maka mintanya kepada Allah bukan kepada yang lain. Semisal pada saat pilkada, sebuah partai ingin menang tentunya dengan ikhtiar harus diiringi dengan kedekatan dan minta ampun dan kemenangan kepada Allah agar diberikan keadilan dalam prosesnya dan Kesejahteraan sesudahnya, tentunya kemenangan telah diraih . Allah pemilik segala kemenangan dan pemilik takdir, maka mintalah takdir yang baik kepada Allah menurut Allah tentunya. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, and otherwise… ketika kalah jangan berkecil hati dan marah, coba cek, apakah ada kekurangan dalam ikhtiar atau bahkan kita belum dekat kepada Allah, kurang doa kepada Allah, amalan yaumi kita kurang dan belum sempurna. Cek diri dulu itu inspirasinya. Dan mungkin belum waktunya. Bukan menang atau kalah yang jadi persoalan, yang menjadi persoalan adalah sejauh mana kesandaran kita kepada Allah ketika menang ataupun kalah.

Pelajaran kelima:

seorang diri Khalid bin Walid yang tidak marah ketika diberi nasihat seperti itu, dan menerima nasihat itu dengan lapang dada, dan dijadikannya sebagai tadzkirah (peringatan). Di sini terlihat bahwa Khalid bin Walid yang patuh kepada qawamnya. Dan nasihat ini menjadikan daya dorong lagi dari seorang Khalid dalam beramal setelahnya. Akan selalu meluruskan niat, menyempurnakan amal, dan tidak bersikap ujub, serta menyerahkan semuanya kepada Allah karena Allah lah yang tahu kapan kemenangan itu akan diberikan..
Yah.. semoga kelima pelajaran ini dapat kita pelajari. Sehingga kita menjadi muslim yang penuh keoptimisan dalam beramal. Tak ragu sedikitpun. Berani berjuang. Karena Allah maha Melihat apa-apa yang kita kerjakan. Dan Allah juga Sang Maha Pembalas terhadap amal-amal yang perbuat di dunia ini.

Dan semoga Allah mengaruniakan kita kelurusan niat dan kedudukan tinggi.. Seperti doanya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid. Insya Allah..

Wallahu’alam

Senin, 21 November 2011

Depok Melarang Iklan Baliho Bergambar Perempuan Seksi


dakwatuna.com – Depok. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melarang iklan yang menampilkan perempuan seksi dipajang di baliho di seluruh sudut kota. Kategorinya, iklan tersebut menampilkan perempuan seksi yang mengumbar aurat atau mengenakan baju terbuka.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Nunu Heriyana mengatakan pihaknya sudah menurunkan paksa iklan yang menampilkan perempuan berpose tidak senonoh. Salah satunya iklan deodorant yang menampilkan ketiak wanita di Jalan Margonda.
“Pelarangan iklan tak religius tersebut sesuai visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok 2011-2016. Di mana visinya adalah mewujudkan SDM unggul, kreatif, dan religius. Untuk mewujudkan SDM religius itu, pemerintah mulai melarang iklan berbau pornografi,” kata Nunu di Balai Kota Depok, Kamis (10/11/11).
Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Distarkim, Matheaus Da Silva mengatakan sudah banyak iklan berpenampilan tak senonoh diturunkan pihaknya. “Sudah banyak juga iklan berpenampilan tak senonoh kami turunkan,” katanya.
Matheaus mengatakan, baru-baru ini saja pihaknya menurunkan iklan yang tidak sevisi dengan Pemkot Depok. Lokasinya di Taman Universitas Indonesia (UI). “Reklame tersebut kita turunkan karena di daerah tersebut juga merupakan ruang terbuka hijau,” katanya.
Saat ini, tutur Matheaus, pihaknya sudah melarang Jalan Margonda terdapat iklan berbentuk horisontal. Pemerintah, hanya memperbolehkan iklan berbentuk vertikal. Hal itu terkait rencana pemkot menata kembali Margonda sebagai etalase Kota Depok.
“Di Margonda sudah tidak diperbolehkan iklan berbentuk horisontal. Dan, selama tiga bulan ini, pemerintah akan selektif memilih iklan yang boleh ditampilkan di Jalan Margonda,” ucapnya.
Matheaus berharap, instansi lain yang juga terkait dengan urusan iklan tidak dengan mudah menerima pemasangan iklan di Margonda. Apalagi hanya karena ingin memenuhi target pendapatan, lantas menabrak seluruh aturan yang sudah disepakati dan dipublikasikan. “Jangan sesudah Distarkim melarang iklan tidak senonoh ditampilkan di Jalan Margonda, tapi tiba-tiba institusi lain mengizinkan iklan tersebut di pampang di sana,” katanya. (OZ/Marieska Harya Virdhani)


Minggu, 20 November 2011

Waspadai, AS Bakal Ikut Pantau Keamanan Freeport

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan memantau perkembangan gejolak di Papua melalui penempatan pasukan di darwin dan wilayah selatan pada 2012. Hal ini dianggap sebagai peningkatan kerjasama militer AS-Australia.

Ketua Komisi I, Mahfudz Sidik, menyatakan Indonesia perlu waspada dan mengambil sikap demi tetap mempertahankan otoritasnya dan kedaulatan. Ia menekankan jangan sampai ada pihak lain yang mencampuri urusan internal Indonesia, termasuk Amerika.

Mahfudz memprediksi, spekulasi AS mengambil ancang-ancang dalam situasi wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan kepentingan pengamanan freeport, bisa terjadi. Bila Indonesia dinilai tidak lagi mampu mempertahankan wilayah tersebut, maka muncul pandangan perlu campur-tangan pihak asing.

Soal penempatan marinir AS di Darwin, Marzuki menilai, langkah itu tidak tepat bila dimaksudkan untuk membantu pengamanan Papua. Masalah Papua, ujarnya, adalah problem internal yang masih bisa ditangani pihak Indonesia. Selain itu, ia menganggap, kawasan ASEAN dan perairan Australia relatif aman. 

Kalaupun ada aksi kejahatan, imbuhnya, tidak sampai mengganggu stabilitas suatu negara. "Masalah yang sering jadi perhatian Australia adalah lalu lintas imigran gelap dari Afghanistan dan pelanggaran batas laut oleh nelayan tradisionil," jelasnya. Mahfudz menyatakan kejahatan seperti itu tidak perlu sampai ditangani AS

Sabtu, 19 November 2011

140 Emas,Indonesia Pastikan Juara Umum SEA GAMES


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kontingen Indonesia meraih 140 medali emas hingga Sabtu (19/11) pukul 22.00 WIB semalam. Hasil ini memastikan Indonesia finis sebagai juara umum SEA Games XXVI.
“Kita sudah dipastikan menjadi juara umum. Tapi, target kami meraih 155 medali emas dan masih beberapa cabang yang akan dipertandingakan,” kata Chef de Mission Indonesia, Tono Suratman, ketika dihubungi Republika.

Pada hari kesembilan SEA Games, Indonesia mendapat tambahan 15 medali emas, 20 perak, dan 13 perunggu. Bulutangkis menjadi penyumbang emas terbanyak dengan empat emas, disusul Kempo, wushu, dan soft tenis dengan dua emas.

SEA Games 2011 masih akan memperebutkan medali emas pada beberapa cabang olah raga, seperti balap sepeda trek, sepak bola, paralayang, dan judo. Tono mengatakan skuad Merah Putih diprediksikan masih akan mampu mendulang 13 medali emas pada tiga hari sebelum SEA Games berakhir.

“Jumlahnya memang 153 medali emas. Kalaupun tidak sesuai target, tapi tidak jauh selisihnya. Artinya, kami dapat mendekati estimasi,'' ujarnya. ''Dengan kita juara umum, Satlak Prima sudah sukses di sistem pembinaan dan pelatihan.''

Museum Inggris Akan Gelar Pameran Tentang Haji


Islamedia - Musem Inggris akan mengadakan pameran yang didedikasikan bagi jamaah haji. Judul dari pameran tersebut adalah ‘Haji: Perjalanan Menuju Jantung Islam’. Pameran akan dilaksanakan pada 26 Januari hingga 15 April 2012.

Kurator Departemen Islam dan Timur Tengah Kontemporer Museum Inggris Venetia Porter mengatakan, pemeran akan menunjukkan pentingnya haji sebagai salah satu tiang agama Islam.

Dalam pameran tersebut juga mengungkapkan pentingnya perjalanan spiritual haji yang telah berevolusi melampaui sejarah. “Pameran tersebut bercerita tentang perjalanan dan pengalaman yang mengubah hidup seseorang, sebuah perjalanan penting menuju jantung Islam. Kami ingin orang tahu betapa pentingnya haji bagi umat Muslim,” kata Porter di Jeddah, Ahad (13/11).

Pameran juga akan menunjukkan betapa pentingnya Ka’bah. Menurut Porter, orang-orang non Muslim juga harus sadar bahwa Nabi Ibrahim merupakan kunci dari tiga agama monotheisme. Dalam pameran juga akan ditunjukkan berbagai macam objek dari koleksi yang berbeda, termasuk berbagai serpihan bersejarah. Selain itu juga memamerkan seni kontemporer yang terkait haji.[republika/dyah]

Heryawan : Inovasi Kebijakan Publik Untuk Kesejahteraan Masyarakat


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul Inovasi Kebijakan Publik Berbasis Administrasi Bisnis. Orasi tersebut disampaikannya dalam rangka upacara penganugerahan Gelar Honorary Doctor of Business Administration yang diterima Heryawan dari Youngsan University, Korea Selatan, Selasa (15/11). Penganugerahan gelar tersebut langsung dipimpin President of Youngsan University, Dr Gu Wuck Bu. Turut hadir dalam acara tersebut; Ny Netty Prasetiyani Heryawan, Kepala Dinas Kominfo Jawa Barat, Kepala Humas Protokol dan Umum Jawa Barat, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat, dan Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum.
Di depan sidang terbuka, yang juga dihadiri Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Heryawan menyebut alasan kenapa judul tersebut menjadi bahasan yang disampaikan pada kesempatan yang berbahagia tersebut. Antara lain; Pertama, di tengah dinamika ekonomi global yang sangat cepat membutuhkan kinerja pemerintahan yang responsif terhadap berbagai perubahan global. Karena itu, inovasi kebijakan publik dalam arti ketersediaan kebijakan publik yang responsif terhadap perubahan yang cepat.  Baik akibat perubahan lingkungan strategis global, regional, maupun nasional dan lokal.
Kedua, lanjut Heryawan adanya kecenderungan global bahwa pemerintahan di belahan bumi mana pun, saat ini harus dijalankan atas dasar paradigma good governance, dimana tatakelola pemerintahan yang baik tidak hanya ditentukan oleh sektor publik, namun ditentukan pula oleh sinergitas sektor swasta dengan sektor masyarakat. Sesuai kapasitas dan kewenangannya masing-masing. Karena itu, inovasi kebijakan publik yang dilakukan pemerintah harus berbasis administrasi bisnis. Dimana prinsip-prinsip di dalam administrasi bisnis, antara lain transformasi spirit kewirausahaan, efisiensi dan efektivitas, orientasi benefit, visi strategis, standar mutu, jaminan kualitas,  orientasi kepuasan warga, dan pembaruan terus menerus.
“Dan yang Ketiga, adalah inovasi kebijakan publik berbasis administrasi bisnis, dengan parameter efektif, efisien, responsif, transparan, dan akuntabel serta berdasarkan aturan hukum yang berlaku, harus benar-benar dilaksanakan, sehingga sektor publik (public sector), sektor swasta (privat sector), dan sektor masyarakat (civil society) dapat bersinergi secara optimal, hingga dapat menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Semuanya berujung pada semangat bersama untuk mensejahetarakan masyarakat, sekaligus membangun tata pemerintahan yang baik serta didukung dengan infrastruktur yang memadai,” ungkap Heryawan di hadapan ratusan tamu undangan yang memadati ruangan
Secara terbuka Heryawan menyampaikan apresiasi masyarakat Jawa Barat kepada bangsa Korea Selatan sehingga dapat menjadi salah satu negara yang kontribusinya demikian signifikan bagi perkembangan dan kemajuan dunia secara global. Khususnya di Jawa Barat. Apalagi Korea selatan secara konsisten menempati empat besar negara penanam modal asing di Jawa Barat, yang angkanya cenderung meningkat dari sebesar Rp 3,14 triliun di tahun 2009, menjadi Rp 4,47 triliun sampai akhir tahun 2010. ”Kami berharap kemajuan bangsa Korea Selatan dapat memberi kontribusi bagi tumbuh kembangnya pembangunan yang tidak hanya berskala dan berparameter fisik tetapi juga pembangunan nilai-nilai dalam cakupan ruhani,” ujarnya.
Di akhir orasinya, Heryawan menyampaikan rasa terimakasih kepada Youngsan University, kepada President of Youngsan University, para anggota senat akademik yang telah berkenan menganugerahi saya dengan penghargaan ini. Terima kasih pula atas segala sambutan dan fasilitasi yang telah disajikan Pemerintah Korea Selatan dalam hal ini pihak Youngsan University. Semoga hal ini dapat memacu langkah kita bersama untuk lebih bekerja keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjembatani terbentuknya kerjasama-kerjasama antara Jawa Barat dengan Korea Selatan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat.

Yusuf : Kabinet Palestina Mendatang Berpusat di Jalur Gaza


Mantan penasehat politik perdana menteri Palestina Dr. Ahmad Yusuf menegaskan bahwa sudah ada kesepakatan antara Fatah dan Hamas bahwa pusat pemerintahan Palestina mendatang berada di Jalur Gaza. Ia menegaskan kemungkinan besar Perdana Menteri juga dari Jalur Gaza.

Dalam wawancara panjangnya dengan harian Al-Quds Arabi yang terbit pagi ini Sabtu (19/11) Yusuf mengisyaratkan bahwa selain itu ada kesepakatan soal program politik antara faksi-faksi Palestina yang dibangun di dasarkan pada mendirikan negara Palestina di perbatasan wilayah jajahan tahun 1967 dengan ibukota Al-Quds.

Yusuf menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah siap dan situasi sudah mendukung untuk menfefektifkan rekonsiliasi nasional Palestina secara hakiki yang bisa mengakhiri perpecahan dan bisa membangun kebersamaan dan partisipasi politik untuk memenej proyek nasional Palestina.

“Kami ingin presiden Abu Mazen (Mahmud Abbas) dan saudara Khalid Misyal dalam pertemuan mendatangnya berada di dalam negeri (Palestina) di Jalur Gaza bersama semua faksi-faksi Palestina baik yang nasionalis atau yang Islam untuk menata visi proyek nasional dan menyikapi Israel dalam level politik atau level kerja perlawanan.” Tegasnya.

Soal peran Mesir dalam rekonsiliasi, Yusuf berharap memberikan peluang kepada Kairo agar menyempurnakan (menyelesaikan) tugas dalam negerinya dan semua negara Arab berperan dalam membantu Palestina mewujudkan cita-citanya.

Soal pencalonan Fayyadl menjadi Perdana Menteri, Yusuf menegaskan, “Saya yakin akan ada kesepakatan dalam fase transisi sehingga akan ada pembentukan pemerintahan sebagaimana yang terjadi sebelumnya. Atau akan mencapai kesepakatan pembentukan pemerintahan teknokrat selama enam bulan atau setahun untuk memenej fase transisi sampai digelar pemilu. Sambil menjalani itu, akan dibahas masalah PLO dan masalah parlemen Palestina.” [infopalestina/bsyr]

Jumat, 18 November 2011

Bergegaslah Dalam Kebaikan



Islamedia - “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Abaqarah 148)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan fastabiqul khahiraat (bersegeralah dalam berbuat baik). 

Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhush shalihiin meletakkan bab khusus dengan judul: Babul mubaadarah ilal khairaat wa hatstsu man tawajjaha likhairin ‘alal iqbaali ‘alaihi bil jiddi min ghairi taraddud (Bab bersegera dalam melakukan kebaikan, dan dorongan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik agar segera melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa ragu sedikitpun). Lalu ayat yang pertama kali disebutkan sebagai dalil adalah ayat di atas. Perhatikan betapa Imam An Nawawi telah memahmi ayat tersebut sebegai berikut:
Pertama, bahwa melakukan kebaikan adalah hal yang tidak bisa ditunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas. Kematian bisa saja datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Karena itu semasih ada kehidupan, segeralah berbuat baik. Lebih dari itu bahwa kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Karenanya begitu ada kesempatan untuk kebaikan, jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan. Karena itu Allah swt. dalam Al Qur’an selalu menggunakan istilah bersegeralah, seperti fastabiquu atau wa saari’uu yang maksudnya sama, bergegas dengan segera, jangan ditunda-tunda lagi untuk berbuat baik atau memohon ampunan Allah swt. Dalam hadist Rasulullah saw. Juga menggunakan istilahbaadiruu maksudnya sama, tidak jauh dari bersegera dan bergegas.
Dalam sebuah buku tentang kisah orang-orang saleh terdahulu diceritakan salah seorang dari mereka berpesan: maa ahbabta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat if’alhul yaum. Wamaa karihta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat utrukul yaum (apa yang kau suka untuk dibawa ke akhirat kerjakan sekarang juga. Dan apa yang kau suka untuk kau tidak suka untuk di bawa ke akhirat tinggalkan sekarang juga). Ini menggambarkan sebuah sikap kesigapan dalam memilah dan memilih perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk. Tentu secara fitrah tidak ada manusia yang suka membawa dosa-dosa ke akhirat, kecuali orang-orang yang sudah mati hatinya. Karena itu makna fastabiquu pada ayat di atas memang benar-benar sangat penting -kalau tidak mau dikatakan sebuah keniscayaan- untuk selalu kita amalkan.
Kedua, bahwa untuk berbuat baik hendaknya selalu saling mendorong dan saling tolong menolang. Imam An Nawawi mengatakan: wa hatstsu man tawajjaha likhairin ‘alal iqabaal ‘alaihi. Ini menunjukkan bahwa kita harus membangun lingkungan yang baik. Lingkungan yang membuat kita terdorong untuk kebaikan. Karena itu dalam hadits yang menceritakan seorang pembunuh seratus orang lalu ia ingin bertaubat, disebutkan bahwa untuk mencapai tujuan taubat tersebut disyaratkan akan ia meninggalkan lingkungannya yang buruk. Sebab tidak sedikit memang seorang yang tadinya baik menjadi rusak karena lingkungan. Karena itu Imam An Nawawi menggunakan al hatstsu yang artinya saling mendukung dan memotivasi. Sebab dari lingkungan yang saling mendukung kebaikan akan tercipta kebiasaan berbuat baik secara istiqamah.
Lebih dalam jika kita renungkan makna ayat fastabiquu kita akan menemukan makna bahwa di mana kita memang harus menciptakan lingkungan. Sebab dalam kata tersebut terkandung makna “berlombalah”. Dalam perlombaan tidak mungkin sendirian, melainkan harus lebih dari satu atau lebih. Maka jika semua orang berlomba dalam kebaikan, otomatis akan tercipta lingkungan yang baik. Karena dalam ayat yang lain Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran,133: wasaari’uu ilaa maghfiratin mirrabbikum di sini Allah swt. menggunakan kalimat wa saari’uu diambil dari kata saa ra’a- yusaa ri’u maksudnya tidak sendirian, melainkan ada orang lain yang juga ikut bergegas. Seperti dhaaraba-yudhaaribu artinya saling memukul. Dalam makna ini tergambar keharusan adanya lingkungan di mana sejumlah orang saling bergegas untuk berbuat baik. Bagitu juga dalam surah Al Hadid, 21, Allah berfirman: saabiquu ilaa maghfiratin mirr rabbikum, katasaabiquu mengandung makna saling berlombalah. Suatu indikasi bahwa menciptakan lingkungan yang baik adalah sebuah keniscayaan.
Langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang baik ini adalah dengan memulai dari diri sendiri dan keluarga. Allah swt. berfirman: quu anfusakum wa ahliikum naaraa. Perhatikan dalam ayat ini, Allah swt hanya focus kepada diri sendisi dan keluarga dan tidak melebar kepada masyarakat luas dan Negara. Mengapa? Sebab inilah jalan terbaik dan praktis untuk memperbaiki sebuah bangsa. Kita harus memulai dari diri sendiri dan keluarga. Sebuah bangsa apapun hebatnya secara teknologi, tidak akan pernah bisa tegak dengan kokoh bila pribadi dan keluarga yang ada di lamanya sangat rapuh.
Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan yang dalam. Imam An Nawawi mengatakan: bil jiddi min ghairi taraddud . Kalimat ini menunjukkan bahwa tidak mungkin kebaikan dicapai oleh seseorang yang setengah hati dalam mengerjakannya. Rasulullah saw. bersabda: baadiruu fil a’maali fitanan ka qitha’il lailill mudzlim, yushbihur rajulu mu’minan wa yumsii kaafiran, ,wa yumsii mu’minan wa yushbihu kaafiran, yabi’u diinahu bi ‘aradhin minad dunyaa (HR. Muslim). Dalam hadits ini Rasulullah saw. mendorong agar segera beramal sebelum datangnya fitnah, di mana ketika fitnah itu tiba, seseorang tidak akan pernah bisa berbuat baik. Sebab boleh jadi pada saat itu seseorang dipagi harinya masih beriman, tetapi pada sore harinya tiba-tiba menjadi kafir. Atau sebaliknya pada sore harinya masih beriman tetapi pada pagi harinya tiba-tiba menjadi kafir. Agama pada hari itu benar-benar tidak ada harganya, mereka menjual agama hanya dengan sepeser dunia.
Uqbah bin Harits ra. pernah suatu hari bercerita: “Aku shalat Ashar di Madinah di belakang Rasulullah saw. kok tiba-tiba selesai shalat Rasulullah segera keluar melangkahi barisan shaf para sahabat dan menuju kamar salah seorang istrinya. Para sahabat kaget melihat tergesa-gesanya Rasulullah. Lalu Rasulullah keluar, dan kaget ketika melihat para sahabatnya memandangnya penuh keheranan. Rasulullah saw. lalu bersabda: Aku teringat ada sekeping emas dalam kamar, dan aku tidak suka kalau emas tersebut masih bersamaku. Maka aku segera perintahkan untuk dibagikan kepada yang berhak (HR. Bukhari).
Dalam perang Uhud, kesigapan untuk berbuat baik seperti yang dicontohkan Rasulullah barusan, nampak sekali di tengah sahabat-sahabatnya. Jabir bin Abdillah meriwayatkan bahwa pernah salah seorang bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasul, apa yang akan aku dapatkan jika aku terbunuh dalam peperangan ini? Rasulullah menjawab: Kau pasti dapat surga. Seketika orang tersebut melepaskan kurma yang masih di tangannya, lalu berangkat ke tengah medan tempur dengan tanpa ragu, lalu ia berperang sampai terbunuh. (HR. Bukhari-Muslim). Subhanallah, sebuah kenyataan dalam sejarah, di mana umat Islam harus memiliki kwalitas seperti ini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Panyileukan