PKS NEWS UPDATE:
« »

Kamis, 23 Februari 2012

Tsiqoh Terus Taat Dalam Berjamaah

Islamedia - Melihat apa yang terjadi di masa kejayaan islam dan masa kini, kita bisa melihat bahwa ketsiqahan dan ketaatan kepada qiyadah merupakan hal yang mendasar dalam dakwah ini. Tanpa hal ini, dakwah bisa dikatakan tidak ada.Apa defines tsiqah, taat dan qiyadah itu?

Mari kita mulai dengan pembahasan tentang qiyadah itu apa. Qiyadah berasal dari kata qaada-yaqudu-qiyadatan artinya menuntun atau memimpin.Dalam literature istilah kepemimpinan meliputi: imam, khalifah, amir, walidanshultan, ketuakelas, ketua rohis, mas’ul, pemimpin hizb juga qiyadah kita .Apapun sebutannya maknanya adalah satu, yaitu yang memerintah dengan syari’at Allah dan sunnah Nabi-Nya. Jabatan tersebut adalah merupakan pengganti nabi Muhammad SAW dengan tugas melaksanakan dan menegakkan agama serta menjalankan kepemimpinan Islam. Pemimpin (qiyadah) dalam satu jamaah ibarat kepala bagi tubuh, lambing kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Kedudukan pemimpin tidak boleh jadi rebutan dan pelampiasan ambisi pribadi sebab kepemimpinan adalah tanggung jawab dan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT.

Tsiqah, Imam Hasan Al Banna menjelaskan bahwa makna tsiqah adalah ketenangan jundi terhadap qiyadahnya dalam hal kemampuannya dan keikhlasannya yang menjadikannya semakin cinta, menghargai, menghormati serta taat. Allah berfirman: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisaa’: 65).

Sementara taat, Imam Hasan Al Banna menjelaskan dalam Risalah Ta’lim menjelaskan bahwa ta’at yang dimaksud adalah bahwa anggota jama’ah(jundi) menaati perintah dan melaksanakannya.

Nah kalau kita udah tahu pengertian semua diatas, kita masuk ke bahasan selanjutnya yuk, yaitu tentang pentingnya dua hal diatas dalam jama’ah.

Kita mungkin sama-sama sudah tahu bahwa dua hal diatas adalah salah dua dari rukun bai’at. Yang namanya rukun, kalau ditinggalkan pastinya membuat sesuatu itu tidak sah atau tidak diterima. Begitu juga dengan tsiqah dan taat, kalau ditinggalkan berarti jama’ah itu tidak akan ada. Kalaupun ada, pasti jama’ah itu hanya nama saja, tidak ada kesamaan visi, misi dan obsesinya. Jama’ah bohongan namanya, yang didalamnya pasti dipenuhi oleh obsesi pribadi para anggotanya.

Tsiqah, baik jundi kepada qiyadah ataupun qiyadah kepada jundinya, sangat penting. Si qiyadah yang percaya bahwa jundinya mempunyai kemampuan yang cukup untuk melaksanakan semua seruan jama’ah dan percaya bahwa jundinya akan mendukung penuh perjuangan dakwah ini. Si jundi yang percaya dengan kemampuan qiyadahnya dan percaya bahwa apa yang diperintahkan, dinyatakan, dilakukan oleh qiyadahnya itu benar adanya, sesuai dengan syari’at islam dan pastinya itulah langkah terbaik yang ditempuh dan diambil.

Ketika ketsiqahan sudah tertanam dalam hati masing-masing, maka ini bisa menjadi sebab musabab munculnya keta’atan. Ketika si jundi sudah percaya kepada sang qiyadah, maka apapun yang diperintahkan akan dilaksanakannya dengan penuh keta’atan. Ini bukanlah tanda ada system kasta dalam islam, tapi keta’atan mereka itu hanya dipersembahan untuk Allah semata. Itu hanyalah salah satu jalan menuju kehormatan sejati.

Banyak kisah dari pendahulu kita yang memberikan penguatan tentang memang sangat besar pengaruh tsiqah dan ta’at dalam jama’ah. Apabila keduanya itu ditunaikan, maka akan mendatangkan kemaslahatan yang besar. Sementara apabila keduanya itu diabaikan, maka bisa mendatangkan kamadhorotan yang besar pula. Langsung aja ke kisahnya gan..

Masih ingat kisah perang Uhud kan? Perang yang terjadi di lembah Uhud itu bisa dikatakan bahwa umat muslim kala itu kalah perang. Banyak sekali sahabat yang shahid di perang ini. Abu Dujanah, Mush’ab bin Umair, Abu Thalhah dan Ziyad bin Sakan, mereka meninggalkan dunia ini untuk menyambut kehidupan kekal di akherat. Tidak hanya para sahabat ssaja yang banyak gugur, pada perang ini Rasulullah juga terluka cukup parah. Sampai sempat diberitakan bahwa Rasulullah telah meninggal. Namun apasih penyebabnya yang membuat kakalahan umat muslim ini.

Tanpa melupakan banyak hikmah dari kakalahan di lembah Uhud ini, ada satu kejadian yang bisa dikatakan menjadi sebab kekalahan Umat muslim. Ya, sebenarnya umat muslim pada awalnya memenangkan peperangan ini. Strategi yang disusun oleh panglima besar Rasulullah berhasil memukul mundur 3000 tentara musuh dengan sangat cepat. Kemenanganpun serasa sudah di depan mata. Pasukan pemanah yang dari awal ditempatkan oleh Rasul diatas bukit yang terletak di belakang kaum muslimin itu melupakan pesan Rasulullah. “Berjagalah di tempat kalian ini dan lindungilah pasukan kita dari belakang. Bila kalian melihat pasukan kita berhasil memukul mundur dan menjarah musuh, janganlah sekali-kali kalian turut menjarah. Demikian pula andai kalian melihat pasukan kita banyak yang gugur, janganlah kalian bergerak membantu.”

Pasukan pemanah itu melanggar pesan itu, ketika pasukan muslim memukul mundur musuh, mereka malah turun ke lembah untuk membantu mengumpulkan ghanimah. Mereka tidak menghiraukan nasehat dari Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin mereka. Melihat pasukan pemanah yang turun, kaum musyrikin pun balik menyerang lagi dipimpin oleh Khalid bin Walid dan diikuti oleh Ikrimah. Akhirnya pasukan pemanah yang tersisa pun syahid dan kekalahan lumayan telak didapat musuh.

Lain halnya dengan perang Uhud yang mengisahkan tentang akibat besar yang di dapat karena ketidaktaatan kepada pemimpin, kisah dibawah ini akan menunjukan hal sebaliknya, kemenangan besar akibat ketaatan kepada pemimpin. Let’s see.

Kisah ini terjadi ketika peperangan antara Afghanistan dan Rusia. Ketika itu pemimpin Afghanistan memerintahkan kapada satu kompi pasukan untuk berjaga di pintu masuk perbatasan antara Afghanistan dan Rusia. Pemimpin itu memilih seorang panglima untuk memimpin pasukan. Pemimpin pun berpesan kepada pasukannya itu, “ Seranglah setiap tentara Rusia yang berusaha masuk ke wilayah Afghanistan, jangan satupun dari mereka menginjakkan kakinya di tanah ini. Tapi yang lebih penting adalah taatilah panglimamu.”

Pasukan itu pun pergi ke perbatasan itu. Lama mereka menunggu di perbatasan itu, pasukan Rusia tidak juga muncul. Sampai ada mobil Rusia yang melewati perbatasan itu. Mereka siap menyerang tapi belum juga mendapat kode dari panglimanya untuk menyerang. Mereka bertanya-tanya dalam hati mereka, mengapa panglimanya itu tidak mengisyaratkan untuk menyerang. Padahal mereka bisa membunuh tentara Rusia itu sesuai perintah Pemimpin Afghanistan. Mereka akhirnya tidak tidak menyerang sampai mobil itu tidak terlihat lagi karena mereka teringat amanah untuk menaati panglimanya itu.

Dan tidak lama setelah itu, mobil Rusia itu balik lagi. Mereka kini lebih siap untuk menyerang tentara rusia itu. Tap panglima mereka tetap tidak memerintahkan mereka untuk menyerang. Padahal ini kesempatan terakhir untuk menyerang sebelum tentara Rusia itu balik ke wilayahnya. Mereka tambah bingung lagi dengan sikap panglimanya. Tapi mereka yakin keputusan itu benar dan mereka ta’at untuk itu.

Akhirnya mereka melihat lebih banyak tentara Rusia melewati perbatasan itu. Barulah panglimanya itu memerintahkan untuk menyerang. Setelah terjadi peperangan sengit, akhirnya kemenangan milik pasukan Afghanistan. Setelah peperangan itu, barulah pasukan Afghanistan itu sadar bahwa keputusan panglimanya tepat. Ternyata satu mobilnya Rusia yang lewat itu hanya memastikan bahwa jalan itu aman, tidak ada tentara Afghanistan yang berjaga. Hingga pasukan Rusia yang lebih besar muncul. Itulah waktu yang tepat untuk menyerang. Inilah pertempuran yang mengawali kemenangan besar Afghanistan dari Rusia.

Akhirnya kita bisa menyimpulkan tentang pentingnya ketsiqahan dan keta’atan kepada qiyadah itu. Cukup sudah kisah diatas menyadarkan kita karena menurut penulis/penyusun ketsiqahan dan keta’atan para jundi kepada qiyadahnya saat ini semakin tergerus. Kita bisa lihat akibatnya, terlalu banyak masalah di internal kita yang membuat produktivitas dakwah semakin berkurang. Semakin banyak barisan sakit hati dalam dakwah ini, yang mungkin tanpa mereka sadari bahwa merekalah yang menghambat perjalanan dakwah ini menuju kemenangan. Ayo kita saling menyadarkan saudaranya. Ayo istighfar bareng. Tingkatkan lagi kepahaman kita.

ALLOHUAKBAR…

Rabu, 15 Februari 2012

Jawa Barat Rintis Pendirian Pasar Induk Beras

Bandung - Pemerintah merintis adanya pusat perberasaan di wilayah Jawa Barat untuk menekan ekonomi biaya tinggi dalam perdagangan beras. "Perlu ada regulasi dan distribusi perberasan yang sangat baik agar tidak high cost economy, seperti beras Jawa Barat masuk ke Jakarta terus masuk lagi ke Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Selasa, 14 Februari 2012.

Strateginya, papar dia, Jawa Barat membutuhkan pusat perdagangan beras sendiri. "Harus ada itu. Nanti pengejawantahannya berupa pusat perberasan. Pasar induk beras Jawa Barat jangan di Cipinang, tapi di Jawa Barat," kata Heryawan.

Saat ini pemerintah provinsi sedang menyiapkan badan usaha milik daerah (BUMD) yang khusus bergerak di bidang perdagangan beras untuk mempersiapkan pusat perberasan itu. Ia yakin bisnis beras perusahaan daerah tidak akan berbenturan dengan tugas Bulog.

Heryawan mengatakan, pemerintah DKI Jakarta setuju dengan rencana itu. Jakarta, kata dia, juga merasakan keberadaan pasar induk beras di Cipinang malah memicu perkembangan harga yang fluktuatif dan pendistribusian beras malah tidak efisien. "Yang jelas, Pasar Induk Cipinang itu sebagai pasar Jakarta saja, bukan pasar Jawa Barat juga."

Kepala Bappeda Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja mengatakan, rencana pendirian pasar beras buat Jawa Barat itu sudah diminta gubernur sejak 3 tahun lalu. "Perencanaan sudah lengkap, tinggal laksanakan," katanya.

Deny mengatakan, pusat perberasan itu sempat direncanakan untuk berdiri di Indramayu. Pertimbangannya, antara lain karena wilayahnya lebih maju dan tidak terlalu jauh dari pelabuhan. Kini, kata dia, opsinya lebih banyak karena Jakarta meminta agar barang konsumsi yang akan dipasarkan di ibukota, karena keterbatasan lahan, diminta berada di luar wilayahnya. (Ahmad Fikri)

Sabtu, 04 Februari 2012

Gubernur Jabar Buka Rakornas PKS

Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Grand Hotel Pasundan, Bandung, Jumat (3/2). Rakornas yang diselenggarakan hingga Ahad (5/2) itu dihadiri 600 peserta dari Jabar, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan, dan Perwakilan Luar Negeri.

Dalam Sambutannya, Heryawan mengajak seluruh kader PKS untuk menjaga semangat dan idealisme serta terus bekerja untuk kepentingan bangsa. Kehadiran partai politik adalah untuk membawa kemaslahatan bangsa, memerdekakan rakyat dari kemiskinan dan kebodohan.

Dipilihnya Kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan Rakornas tak lepas dari peran sejarah Bandung baik sejarah pergerakkan nasional maupun dunia.

"Bandung tempat lahirnya tokoh maupun organisasi pergerakkan nasional. Spirit perjuangan itu haruslah menjaga semangat kader PKS mewujudkan cita-citanya," ujar Heryawan.

Dalam perspektif politik, Bandung Spirit, menjadi acuan semua Parpol untuk pemenang dalam pemilihan umum. Jawa Barat menjadi kunci pemenangan Pemilu secara nasional.

"Jika ingin menang Pemilu secara nasional, maka Parpol harus menang di Jabar," tutur Heryawan.

Dalam kesempatan itu Heryawan mengungkapkan kesiapannya untuk maju kembali dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat periode kedua (2013-2018). Pilgub Jabar akan diselenggarakan pada 24 Februari 2013.

Pada periode pertamanya, Heryawan membawa banyak kemajuan bagi provinsi yang dipimpinnya. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya angka indeks pembangunan manusia (IPM), angka kesertaan sekolah dasar, maupun dibangunnya 12.000 ruang kelas baru hingga akhir 2012 ini.

Di sektor kesehatan Heryawan menempatkan ribuan bidan desa di peloksok Jabar dan mendirikan Puskesmas dengan fasilitas dasar lengkap. Di sektor Infrastruktur, Heryawan membangun ribuan kilometer jalan baru terutama di Jabar Selatan juga merevitalisasi ratusan hektar irigasi.

Semua prestasi tersebut, kata Heryawan, merupakan bukti cinta PKS untuk bangsa ini. Untuk itu kader PKS hendaknya tak henti melakukan pengabdian untuk bangsa, pungkasnya.

Selasa, 24 Januari 2012

Ahmad Heryawan, Pemimpin yang Tak Tersandera

dakwatuna.com – Lepas Subuh, awal 2008. Seorang laki-laki menuntun putranya menuju ibu-ibu yang berkerumun mengelilingi pedagang sayur. Ia menyampaikan salam sejenak, yang dijawab ibu-ibu itu, sebelum asyik memilah-milah sayuran dibantu putra lelakinya yang selalu minta pertimbangan sebelum memasukkan wortel, selada atau pun kentang untuk ditimbang.

Setelah menimbang dan membayar, barulah lelaki itu meraih tangan putranya dan menuntun, sementara tangan satunya menenteng kantong-kantong plastik sarat belanjaan.

Lelaki yang tak rikuh menggantikan tugas istrinya bergabung dengan ibu-ibu berbelanja sayuran itu bernama Ahmad Heryawan. Kini kita mengenalnya sebagai gubernur Jawa Barat.

Sebagaimana saat itu, kini publik mengenalnya sebagai sosok yang tak canggung melakukan hal-hal wajar yang entah mengapa, kini mulai dipandang ‘tidak wajar’. Misalnya, yang gampang diingat publik, Heryawan dengan tegas mencoret anggaran pengadaan 18 mobil dewan dalam APBD 2011 Kabupaten Bandung.

Tak ragu-ragu akan kemungkinan tanggapan negatif anggota Dewan yang akan memengaruhi pencitraan terhadap dirinya, Heryawan melakukan hal itu dengan tegas dan yakin bahwa itulah yang terbaik bagi rakyat. Bagaimana tidak, saat itu APBD Kabupaten Bandung tercatat defisit.

Tetapi Heryawan pun tak hanya bisa tegas terhadap orang lain. Publik masih ingat betapa Heryawan dan wakilnya hingga saat ini memilih menggunakan mobil dinas lama yang dipakai gubernur sebelumnya, Dani Setiawan, yakni Toyota Royal Crown buatan 2007, satu kendaraan SUV dan sebuah jip.

Mungkin bisa terkesan berlebihan, tetapi apa yang dilakukan Heryawan dengan berbelanja sayuran sendiri akan gampang mengingatkan kaum muslimin akan Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai gubernur.

Ammar tak jarang berbelanja ke pasar dan mengikat serta memanggul sayuran belanjaan sendirian. Atau Khalifah Ummar bin Abdul Aziz, khalifah negara besar dan kaya, tetapi memilih hidup sederhana. Dan kita sadar, betapa sosok-sosok seperti itu kian lama semakin langka

Dari Ahmad Heryawan orang bisa kian membenarkan pernyataan seorang mahaguru manajemen, Peter Drucker. Drucker menyatakan, manakala kita melihat perusahaan-perusahaan besar yang maju dan unggul, jangan salah, ada keputusan-keputusan berani di belakangnya.

Artinya, bahkan Drucker yang rasional pun percaya, keberanianlah yang membawa manusia kepada kemaslahatan, kebaikan bersama. Kita bahkan pernah mendengar dari alm Rendra, keberanian adalah cakrawala. Kian berani seseorang, makin mampu ia melihat dunia secara holistik. Menilik apa yang telah dilakukan Heryawan selama hampir empat tahun kepemimpinannya di Jawa Barat, keberanian itu begitu nyata dan gamblang.

Lihat saja, manakala sadar bahwa Jabar kian lama kian panas akibat tanaman yang kian hilang dari kehidupan, Heryawan berani mengembangkan program penghijauan dalam skala besar. Ia pun mencanangkan Gerakan Jabar Hijau berbasis sekolah.

Alhasil dalam waktu yang cepat telah ditanam 11 juta batang pohon di 26 kabupaten/kota se-Jabar, hingga selama 2011 tercatat telah ditanam 170 juta batang pohon di Jabar. Wajar bila prestasi itu diganjar rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Tidak hanya itu. Dalam bidang kependudukan dan demografi Heryawan pun mencetak prestasi dengan menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berupa “Transmigrasi Award”.

Yang menarik, hanya dalam sebulan, Desember lalu Heryawan menerima empat anugerah dan penghargaan. Pertama saat Hari Nusantara, 13 Desember, di Dumai, Riau; kedua Satya Lencana Kebaktian Sosial di Jogjakarta pada Peringatan HKSN, 19 Desember; ketiga Parahita Ekapraya Pratama di Jakarta pada Peringatan Hari Ibu 22 Desember; lalu Transmigrasi Award, 27 Desember 2011. Jujur saja, tak banyak kepala daerah yang menerima empat penghargaan berkatagori nasional hanya dalam waktu sebulan.

Yang juga menarik dan masih hangat, manakala para pejabat beramai-ramai menyatakan kesiapan membeli mobil Esemka buatan para pelajar Kota Solo, Ahmad Heryawan dengan tegas menyatakan keengganan untuk latah. Ia menyatakan hanya berminat membeli mobil karya pelajar-pelajar Jabar. “Saya enggak mau beli dari Solo. Saya mau beli karya pelajar dari Jawa Barat,” kata dia.

Itulah Heryawan. Dengan pemimpin seperti itu, rakyat Jabar layak optimistis bahwa daerahnya akan mampu menjadi provinsi termaju di Indonesia. Dan tentu saja, untuk itu mereka juga dituntut berpartisipasi sesuai bidangnya. Rakyat jabar, layak bangga dipimpin seorang berani yang yakin akan cita-ciota bersama.

Tapi kita pun tahu, keberanian mensyaratkan banyak hal. Dan yang terutama, tampaknya, tidak adanya pamrih. Karena tanpa adanya pamrih, maka keberanian tak pernah tersandera. Semoga kita semua pada saatnya memiliki pemimpin seperti itu. Pemimpin yang hanya tersandera satu hal: kepentingan rakyatnya. (mdr/Salya Aradea/inilah)

Senin, 16 Januari 2012

Komisi A DPRD Kota Bandung Datangi PKL di Tujuh Titik

BANDUNG, (PRLM).- Ketua dan tiga anggota Komisi A DPRD Kota Bandung mendatangi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tujuh titik, Senin (16/1/12). Sebelumnya dewan juga melakukan pemanggilan terhadap Kepala Diskoperindag, Kepala Satpol PP dan Kepala Dishub Kota Bandung terkait penertiban PKL di tujuh titik.

Ketua Komisi A Haru Suandharu bersama tiga anggotanya memantau langsung jalan Merdeka yang akhir-akhir ini sedang dilakukan penertiban dan normalisasi. Kemudian setelah itu memantau ke Jalan Otista depan Pasar Baru. Dan terakhir melakukan pemantauan di Alun Alun sekaligus melakukan dialog dengan salah seorang koordinator PKL Alun-alun, Ishak.

Menurut Haru, tujuan tinjauan ke lapangan tersebut ingin mengetahui faktor yang menjadi kesulitan SKPD dalam menertibkan PKL. "Dari hasil pemantauan, sebetulnya PKL itu bisa ditertibkan hanya saja saat ini penertibannya bersifat parsial. Jadi tidak ada grand design (rancangan ebsar) yang jelas dalam penanganan PKl di Kota Bandung," katanya di sela-sela pemantauan di Alun Alun Kota Bandung, Senin.

Menurut Haru, faktor lainnya karena tidak adanya koordinasi antar SKPD karena penanganan PKL ini tidak hanya dilakukan oleh Satpol PP saja tapi SKPD lainnya dan juga aparat kewilayahan. "Kalau semuanya sinergis, insya Allah penanganan PKL di Kota Bandung bisa terselesaikan," katanya.

Di depan anggota Dewan, koordinator PKL Alun-alun Ishak mengatakan pada dasarnya PKL siap untuk tidak berjualan di tempat terlarang asalkan direlokasi karena PKL juga ingin tetap berjualan. "Kalau hanya ditertibkan tidak boleh berjualan di Alun-alun tapi tidak ada solusi percuma saja, karena PKL juga akan tetap berjualan disaat petugas tidak berjaga lagi," katanya.

Jadi, menurut Ishak, penertiban itu dilakukan harus dengan solusinya. Kalau tanpa solusi penertiban itu tidak akan berhasil. "Mereka itu mencari nafkah untuk membiayai keluarga kalau disingkirkan begitu saja pasti tidak mau," katanya. (A-113/A-88)***

Rabu, 11 Januari 2012

Dari Pintu Manakah Engkau ?

Oleh Aid Abdullah al-Qarni
Anas Ibnun Nadhr terlihat menghirup udara dalam-dalam pada perang Uhud. Para sahabat bertanya, "Ada apa denganmu?" Dia menjawab, "Aku mencium bau Surga di kaki gunung Uhud". Dia terbunuh dengan delapan puluh luka di sekujur tubuhnya, hingga saudara perempuannya sendiripun tidak mengenalinya, kecuali setelah melihat jarinya.

Namun, alangkah bagusnya luka-luka ini, alangkah bagusnya kematian ini, selama ia dialami di jalan Allah. Orang yang tidak mati dalam keadaan shadiq dengan Allah, dia akan mati seperti kematian binatang.

Dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa Abdullah bin Amr al-Anshari meminta Allah melimpahkan keridhaan-Nya dan mengenakan kain kafannya sebelum perang. Dia juga mandi dan memakai parfum. Lalu dia datang ke medan pertempuran. Diambilnya sarung pedang lalu dipatahkannya dengan lutut. Akhirnya dia terbunuh. Ketika anaknya, Jabir, menangis, Rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda;

"Kamu menangis atau tidak, sama saja. Demi Allah yang menggenggam jiwaku, hai Jabir, para malaikat terus menaungi ayahmu dengan sayap mereka sampai mereka mengangkatnya. Demi Allah yang menggenggam jiwaku, hai Jabir, sungguh Allah berbicara dengan ayahmu tanpa perantara. Dia berfirman, 'Berharaplah!' Dia berkata, 'Saya berharap Engkau mengembalikan saya ke dunia agar terbunuh lagi di jalan-Mu'. Allah berfirman, 'Tapi Aku telah menetapkan bahwa yang mati tidak dapat kembali ke dunia lagi. Berharaplah (yang lain!)'. Dia berkata, 'Saya berharap Engkau ridha kepadaku sebab saya telah ridha kepada-Mu'. Allah berfirman, 'Aku telah memberi keridhaan-Ku kepadamu. Aku tidak akan murka kepadamu selamanya'. Lantas Allah meletakkan ruhnya dan ruh para syuhada yang lain di dalam tembolok burung yang datang ke Surga dan memakan buah-buahnya serta singga di lampu-lampu yang tergantung di Arsy, hingga Allah mewarisi bumi dan segala penghuninya".

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ﴿١٦٩﴾ فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٧٠﴾

"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki, mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pda mereka dan mereka tidak bersedih hati". (QS. Ali Imran [3] : 169-170)

Rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ubadah Ibnu Shamit;

"Barangsiapa berskasi bahwa tiada Tuhan selain Allah,dan bahwa Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya, bahwa Isa adalah hamba Allah dan pesuruh serta kalimah-Nya yang ditiupkan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, bahwa Surga adalah benar, dan Neraka adalah benar ... maka Allah akan memasukkannya ke Surga bagaimanapun amal perbuatannya".

Abu Bakar tidak bertanya, kecuali karena di dalam hatinya ada suatu ganjalan, dan dugaannya tidak meleset, Rasulullah shalahu alaihi wassalam memberi kabar gembira (bahwa dia termasuk orang yang dipanggil masuk Surga). Ini karena Abu Bakar mempunyai kemauan yang sangat kuat, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Azza Wa Jalla Sekalipun raganya lemah dan kurus, akan tetapi seperti kata Ibnu Qayyim, "Siapa lagi yang seperti jalanmu yang lembut, kamu berjalan perlahan, tapi datang di barisan pertama".

Artinya, engkau selalu berada dibarisan pertama. Engkau orang pertama yang berzikir, orang pertama yang berjihad, orang pertama yang shadiq, orang pertama yang berdakwah. Engkau persembahkan darah, air mata, keringat, harta benda, dan waktumu kepada Islam. Jadi, mengapa tidak kamu berasa di barisan pertama, hai Abu Bakar, dan masuk Surga dari pintu yang mana saja yang kamu kehendaki?

Kita berdo'a semoga termasuk orang-orang yang berdesakan di pintu Surga.

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾

"Barangsiapa dijauhkan dari Neraka, dan dimasukkan ke dalam Surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya". (QS. Ali Imran [3] : 185)

"Barangsiapa berwudhu' dengan sempurna lalu berdo'a, 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah', niscaya kedelapan pintu Surga dibukakan baginya". (HR. Muslim)

Uqbah bin Amir berkata, "Saya menggembalakan unta-unta saya, hingga terlambat pulang. Ketika pulang, saya dapati Rasulullah shallahu alaihi wassalam sedang berkhotbah kepada khalayak. Saya dengar beliau bersabda;

"Barangsiapa berkata, 'Aku ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi, maka hak atas Allah untuk membuatnya ridha (puas)'."

Mendengar itu, aku langsung berkata, "Bagus sekali ini!" Umar yagn berada disampingku menoleh dan berkata kepadaku, "Sabda yang beliau ucapkan sebelumnya lebih bagus lagi". Setelah Rasulullah shallahu alaihi wassalam selesai berkhotbah, Umar berkata kepadaku, "Kamu tadi tidak bersama sejak permulaan?" Aku menjawab, "Tidak aku datang dibagian akhir khotbah".

Umar berkata, "Rasulullah shallahu alaihi wassalam, tadi bersabda, 'Barangsiapa berwudhu dengan sempurna dan berdoa, "Aku bersaksi bahwa tidak Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah", niscaya kedelapan pintu surga dibukannya baginya'."

Orang pertama masuk surga adalah Muhammad bin Abdullah shallahu alaihi wassalam, Abul Qasim, sebab derajat beliau di Surga adalah wasilah. Para ulama berbeda pendapat, apa itu wasilah? Rasulullah bersabda;

"Ia adalah sebuah derajat di surga, tidak diberikan kecuali kepada satu orang hamba. Aku berharap akulah hamba itu". (HR. Tirmidzi)

Yang beliau maksud adalah tempat tertinggi di Surga. Ia hanya satu tempat, tidak cukup untuk dua orang, hanya disediakan bagi Rasulullah shallhau alaihi wassalam.

Pintu-pintu Surga masih tertutup, sementara manusia berada di Padang Mahsyar. Lalu Rasulullah shallahu alahi wassalam, mendekati pintu dan mengetuk. Penjaga Surga, Ridwan, bertanya, "Siapa?" Beliau menjawab, 'Saya Muhammad bin Abdullah, Rasulullah". Ridwan berkata, "Aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu surga untuk siapapun sebelum". Kemudian dia membuka pintu.

Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu alaihissalam bersabda;

"Aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. Dan aku adalah orang pertama yagn mengetuk pintu Surga". (HR. Muslim)

Dalam Sunan Ibnu Majjah disebutkan bahwa orang pertama dari kalangan umat ini yang masuk Surga adalah Abu Bakar. Jadi, dia adalah orang pertama dari umat Muhammad shallahu alaihi wassalam yang masuk Surga.

Dalam hadist yang muttafaq'alaih dai Sahl bin Sa'd, Rasululah shallahu alaihi wassalam bersabda;

"Sungguh akan masuk Surga dari umatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu".

Riwayat berikut ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahid Muslim;

"Tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu yang saling berpegangan satu sama lain, orang pertama diantara mereka tidak masuk hingga yang terakhir dari mereka masuk. Wajah-wajah mereka seterang bulan purnama". (HR. Bukhari)

Jadi masuk surga adalah dengan cara massal, dalam barisan. Seperti firman-Nya;

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

"Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkanke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan". (QS. Ali Imran [3] : 185)

Mereka masuk sesuai tingkatan masing-masing. Orang pertama di antara mereka wajahnya seperti bulan pada tanggal empat belas, yang berikutnya seperti bintang yang bercahaya amat terang seperti mutiara, dan selanjutnya. Mereka yang mendapat kenikmatan surga yang tidak terbetik dalam hati manusia. Wallau'alam.

Kamis, 05 Januari 2012

Gubernur Jabar Raih Penghargaan Terbanyak

Islamedia - Jabar secara kumulatif menyabet penghargaan terbanyak untuk sejumlah kategori. Penghargaan AMB 2011 yang diraih Jabar, di antaranya juara I untuk kategori Nelayan Teladan, Kelompok Pembudidaya Nila/Mas, Kelompok Pembudidaya Ikan Hias, Unit Pelayanan Teknis Dinas dan UMKM Pengolah Terbaik. Dengan demikian Jabar mengokohkan diri sebagai provinsi terdepan dalam pembangunan perikanan dan kelautan Nasional.

Ahmad Heryawan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan AMB yang kedua kali secara berturut-turut diraih Jabar sejak 2010. Penghargaan ini sekaligus wujud pengakuan pemerintah pusat atas prestasi kerja yang sudah dilaksanakan Jabar dalam membangun kelautan dan perikanan.

"Potensi perikanan dan kelautan sangat besar. Semuanya dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Jawa Barat sangat serius dan fokus dalam membangun sektor ini. Sejumlah terobosan sudah digulirkan," kata Heryawan.
Usai menerima penghargaan, Heryawan mendapat ucapan sesama kolega para gubernur dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang hadir.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Ahmad Hadadi mengatakan, selain karena secara kumulatif meraih penghargaan terbanyak, gelar Juara Umum AMB 2011 diberikan kepada Jabar karena dinilai berhasil secara konsisten dan kontinyu mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu core business masyarakat. Terutama di kawasan pesisir pantai, sungai, danau, kolam serta waduk besar. [pks/ang]

Heryawan Inginkan Jabar Juga Ciptakan "Esemka"


Islamedia - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak ikut memesan mobil Kiat Esemka yang dirakit oleh siswa SMK Negeri 2 Solo, hal ini jauh berbeda dengan sikap sejumlah pejabat di tanah air saat ini ramai-ramai memesan mobil tersebut.

"Enggak usah pakai mobil esemka. Saya pakai Vespa saya tahun 1965. Nanti Vesva saya dibawa ke sini dari Jakarta," kata Ahmad Heryawan,usai menerima kunjungan dari Dubes Korea Selatan, Kim Young Sun di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis.

Dia mengemukakan, selama ini siswa SMK di Provinsi Jabar sudah ada yang pernah merakit mobil, namun belum sempurna, masih belum ada atapnya.

"Artinya tidak bisa dikomersilkan seperti mobil esemka di Solo. Saya ingin kita mempunyai mobil kebanggaan khusus Jawa Barat. Jangan kemudian, mobil Esemka yang di Solo bagus, kita ramai-ramai beli ke Solo. Saya ingin memakai mobil esemka, tapi buatan siswa SMK di Jawa barat. Bikin dong mobil esemka seperti yang ada di Solo," kata Heryawan.

Tarbiya Melejitkan Potensi

Islamedia - Tarbiyah Islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang shalih agar tercapai keseimbangan potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Visi tarbiyah mencetak kader Robbani dengan sepuluh karakteristik yang kita sudah ketahui bersama. Singkat kata tarbiyah ingin membentuk generasi unggul seperti para sahabat terdahulu yang berhasil membangkitkan Islam pada awal berdirinya.

Dirumah Abu Abdillah Al Arqam bin Abi Al Arqam para sahabat biasa mengikuti halaqoh yang langsung ditangani oleh Rasulullah saw. Begitupun pun tarbiyah, halaqoh adalah fondasi dasar pembentukan kader-kader unggul.

Dalam berbagai teori kesuksesan Barat, menjadi sukses memerlukan coach. Dalam Halaqoh pun peran murrobi sangat sentral untuk mengimplementasikan manhaj pembinaan pada kader-kader dalam lingkaran halaqohnya. Pada proses awal halaqoh, disaat seseorang baru berkenalan dengan Islam yang universal akan terjadi kecenderungan perubahan radikal pada dirinya, tak jarang polah tingkahnya pun menjadi radikal. Namun hal itu masih dalam batas yang wajar, dalam proses selanjutnya akan terjadi pendewasaan dan pematangan ideologis dalam diri kader tersebut.

Dalam perjalanannya banyak muncul fenomena figuritas kader terhadap murrobbi atau anggapan bahwa halaqoh adalah segalanya, itu biasa terjadi dan solusi terkait pun sudah banyak. Namun ada beberapa fenomena lain yang berkembang dari perjalanan halaqoh kini, yaitu seputar karakter kader yang terbentuk, diantaranya berpikiran sempit dan tak bervisi serta macam-macam karakter tak unggul lainnya yang menggambarkan tak kunjung matang dan dewasanya sebuah proses ideologisasi. Padahal seharusnya tarbiyah mampu merubah pecundang menjadi pemenang dan dapat memuncukan potensi yang terpendam.

Apa penyebabnya? Tak lain karena peranan tarbiyah dzatiyah yang tak mereka punyai dalam diri. Bagaimanapun tarbiyah dzatiyah atau pengalaman belajar mandiri justru memiliki peranan besar dalam proses pembinaan kader itu sendiri.

Kesadaran akan pengalaman belajar mandiri ini yang harusnya dipantik dalam proses halaqoh dan disinilah sejatinya peran seorang murrobbi sebagai coach. Murrobbi harus berperan sebagai fasilitator dalam melejitkan potensi binaannya, bukan hanya memutabaah ibadah yaumiyah dan komitmen berjamaahnya saja. Hal ini yang menyebabkan terkekangnya potensi kader.

Sebuah refleksi untuk kita para murrobbi, sudahkah kita membuat visi halaqoh binaan kita? Jika sudah, apakah visi tersebut dijiwai sebagai acuan dalam proses pembinaan atau tidak? Gagal berencana sama saja merencanakan kegagalan. Tak ada visi dalam halaqoh yang pada akhirnya menjadi penyebab tumpulnya potensi kader, karena Tarbiyah itu melejitkan potensi bukan mengekang.

Selasa, 03 Januari 2012

Prediksi PKS Soal Situasi Indonesia 2012


Islamedia - Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq mengatakan, turbulensi politik di 2012 memang akan menguat. Namun, bukan karena syahwat politik partai politik menuju 2014.
''Melainkan karena eskalasi masalah-masalah sosial yang rawan memicu konflik horizontal serta ketidakpuasan terhadap pemerintahan, baik di daerah mau pun pusat,'' katanya kepada wartawan, Selasa (3/1).
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkirakan kalau konstelasi politik nasional akan memanas karena semakin mendekati pemilu 2014.
Ini dipertegas dengan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok meminta agar partai menahan syahwat politiknya menyambut pemilu 2014. Permintaan ini secara khusus disampaikan kepada PKS dan Partai Golkar yang selama ini sering bertentangan dengan pemerintah untuk lebih menahan diri.
Sebagai contoh, Mahfudz menyebut konflik pertanahan yang sudah pada titik sangat kritis. Ini lantaran makin besarnya jumlah warga masyarakat yang kehilangan akses atas tanah yang dimilikinya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Panyileukan