Tak terasa bulan ini kita sudah memasuki bulan Muharram dan pada hari ahad, 27 November 2011 bertepatan dengan 1 Muharram 1433 H adalah tahun baru Islam. Hadirnya bulan Muharram bagi umat Islam merupakan momentum penting sebagai awal tahun baru dalam kelender Islam. Sejak ditetapkannya oleh khalifah Umar bin Khattab.
Peristiwa-peristiwa besar yang patut direfleksikan kembali dalam bulan Muharram yang terekam secara tersurat dalam sejarah Islam yakni, Nabi Adam AS bertemu dengan Hawa pasca dieksekusi dari surga ke bumi. Peristiwa besar lainnya adalah, Nabi Nuh AS mendarat perahunya setelah dilanda banjir bah maha dahsyat, demikian juga nabi Ibrahim AS selamat dari kobaran api saat dibakar pasukan Namrudz. Pada masa yang sama juga, Nabi Musa AS terselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan menyeberangi laut merah. Kemudian paling monumental adalah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah.
Umat Islam pada periode awal di Mekkah mengalami penyiksaan dari kaum kafir atas prakarsa Abu Jahal dan Abu Lahab. Bagi Muhammad SAW dan sahabatnya, periode Mekkah pra hijrah merupakan ujian terberat dari langkah awal mendakwahkan Islam sebagai ajaran yang benar yang banyak ditantang kaum kafir jahiliyah. Atas petunjuk Allah SWT, akhirnya Muhammad SAW hijrah meninggalkan kampung kelahiran, harta dan keluarganya yang dicintainya dengan berjalan kaki tidak kurang dari 500 Km menuju Madinah.
Dalam hal ini, peristiwa hijrah nabi sejatinya dimaknai sebagai bagian terpenting dalam sejarah Islam, yakni tonggak awal kebangkitan Islam. Di Madinah secara bersama-sama dengan sahabatnya, nabi mulai membangun peradaban Islam yang selama ini banyak diadopsi sebagai masyarakat madani. Yakni, sebuah tatanan kehidupan masyarakat dibangun dan diwujudkan sesuai internalisasi ajaran Islam yang diprakarsai nabi.
PELAJARAN DARI PERISTIWA HIJRAH
Diantaranya ada 4 pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa hijrah;
1. Perencanaan yang matang
Adanya perintah Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah; Rasulullah SAW mengatur strategi perjalanan hijrah, diantaranya; mengutus jauh sebelumnya Mush’aib bin Umair sebagai duta untuk menyebarkan Islam ke Madinah. Menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Nabi, guna mengecohkan orang-orang kafir yang ingin membunuhnya dan Rasulullah SAW menggunakan jalur perjalanan menuju Madinah yang tidak biasa dilewati oleh orang-orang dengan singgah di gua Tsur
2. Pengorbanan
Dengan perasaan berat Nabi dan para sahabatnya harus ikhlas meninggalkan kampung halaman, keluarga dan hartanya. Abu Bakar mendampingi Nabi dalam persembunyiannya di gua tsur. Ali bin Abi Thalib dan Asma binti Abu Bakar hampir tewas menanggung derita penyiksaan yang dilakukan orang kafir karena merahasiakan tempat persembunyian Nabi dan Abu Bakar di gua Tsur.
3. Niat yang mantap
Hijrah merupakan perjalanan yang jauh, mencekam dan sulit. Oleh karena itu hijrah harus dilaksanakan dengan niat yang ikhlas agar bisa bersungguh-sungguh, tanpa kesungguhan tidaklah mungkin hijrah itu bisa terlaksana. ““Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (HR. Bikhari dan Muslim)
4. Persaudaraan yang indah (Ukhuwah)
Setelah Nabi dan sahabatnya sampai di Madinah, sambutan luar biasa ternyata diperlihatkan oleh orang-orang Madinah, bukti kecintaan kepada Nabi, hampir semua orang Madinah berebutan menginginkan agar Rasul tinggal di rumahnya. Para sahabat yang lain juga diterima dengan senang hati untuk menetap di rumah kaum muslimin Madinah, bahkan ada diantara orang-orang Anshar itu yang membagi hartanya menjadi dua untuk diberikan kepada orang Muhajirin.
Persaudaraan yang indah itu diperkokoh lagi oleh Rasulullah SAW dengan dibangunnya sebuah masjid yang diberi nama masjid Nabawi, difungsikan sebagai pusat pembinaan umat dan persaudaraan kaum muslimin. Ini isyarat dari Rasulullah SAW bahwa perjuangan berat dalam menyampaikan Islam tanpa di topang dengan ukhuwah dikalangan kaum muslimin, potensi yang besar itu akan tercerai berai dan mudah dipermainkan oleh orang-orang kafir.
MAKNA HIJRAH
Secara bahasa hijrah berarti berpindah tempat, makna lebih luas lagi bisa kita maknai perpindahan dari kondisi yang tidak baik, negatif dan menurun, menuju kondisi yang baik, positif dan meningkat. Mari kita sama-sama introspeksi diri di momentum tahun baru Islam ini, jika tahun kemarin masih banyak perilaku-perilaku kita yang dirasa masih jauh dengan keindahan pribadi, penurunan keimanan dan banyak cita-cita yang belum dicapai, ada baiknya kita manfaatkan di tahun baru Islam ini sebagai momentum perbaikan diri menjadi pribadi yang indah, peningkatan keimanan dan bersegera untuk menjemput cita-cita dengan perencanaan yang matang, pengorbanan, kesungguhan yang mantap dan tetap bekerja sama untuk menjalin ikatan hati persaudaraan (ukhuwah) sebagai refleksi pelajaran dari peristiwa hijrah. Selamat tahun baru Islam, Berubah Yuk…Seperti mengutip penyataan Ippho “Right” Santosa.
Ngomong-ngomong soal hijrah, Anda tahu kan apa pesan tersiratnya ? Yah, apalagi kalau bukan semangat perubahan. Saya harap Anda setuju dengan saya.
*) oleh : Dedi Hermawan, KABID KADERISASI DPC PANYILEUKAN
Dari berbagai sumber
Selasa, November 29, 2011
Admin

Posted in: 


2 komentar:
Selamat datang tahun baru Islam 1433 H, semoga spirit perubahan menuju ke arah yang lebih baik menyertai perjalanan hidup kita semua. Aamiin
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.
Posting Komentar